MAHATVA.ID -Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar melalui Dinas Ketahanan Pangan resmi meluncurkan program penyaluran Bantuan Pangan (Bapang) Beras di Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, pada Senin, 14 Juli 2025, pukul 11.00 WIT. Kegiatan berlangsung di Alun-alun Desa Lauran dan dikawal langsung oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
Langkah strategis ini bertujuan mengendalikan inflasi daerah, menjamin ketersediaan pangan pokok terutama beras, serta melindungi produsen dan konsumen dari gejolak harga yang terus meningkat. Program ini menyasar 10.076 Penerima Bantuan Pangan (PBP) berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial RI.
209 Warga Desa Lauran Terima Bantuan.
Untuk tahap awal penyaluran, sebanyak 209 warga Desa Lauran menerima masing-masing 20 kg beras dalam dua karung ukuran 10 kg, sebagai alokasi untuk bulan Juni dan Juli 2025. Total bantuan yang disalurkan di desa ini mencapai 4.180 kg beras, dan akan dilanjutkan ke desa-desa lainnya di Tanimbar Selatan.
“Ini adalah bagian dari upaya pengendalian inflasi dan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat pesisir. Distribusi dilakukan dengan ketat, transparan, dan tepat sasaran,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dalam keterangannya kepada Awak media.
Pemkab Tegaskan Komitmen Lawan Inflasi dan Krisis Pangan
Bupati Kepulauan Tanimbar, Ricky Jauwerissa, dalam sambutannya menyampaikan bahwa inflasi telah memberikan tekanan besar terhadap ekonomi rumah tangga. Harga beras yang kini menyentuh Rp17.000 per kilogram di pasar tradisional membuat banyak keluarga kesulitan menjangkaunya.
“Pemerintah hadir untuk memastikan kebutuhan pokok tetap terjangkau. Program bantuan ini bagian dari amanat konstitusi dalam menjamin kecukupan pangan bagi masyarakat,” tegas Bupati Jauwerissa.
Ia menambahkan, program ini juga dirancang untuk mengantisipasi krisis pangan dan gizi, serta menjaga keseimbangan harga di pasar lokal.


