Bogor, MAHATVA.ID – Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor melalui Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah menggelar kegiatan Penguatan Basis Data Kelompok Kerja (Pokja) Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (PPKP) serta persiapan pembentukan Forum PKP, di Hotel Harris Cibinong City Mall, Kecamatan Cibinong, Kamis (9/10/2025).

Kegiatan ini digelar sebagai upaya optimalisasi peran Pokja PPKP dalam mendukung pembangunan perumahan dan kawasan permukiman di Kabupaten Bogor. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, bersama jajaran perangkat daerah hadir langsung dalam kegiatan tersebut.

Menurut Ajat, forum yang digelar ini bersifat ad-hoc untuk menyamakan visi, misi, program, dan kegiatan antar perangkat daerah di Bumi Tegar Beriman. Ia menegaskan, peningkatan kualitas perumahan dan permukiman tidak lepas dari pentingnya koordinasi dan ketersediaan data yang akurat.

“Salah satu faktor kunci perencanaan pembangunan yang efektif adalah ketersediaan data yang akurat dan relevan,” ujar Ajat.

Ajat menjelaskan, pengumpulan dan pengelolaan data berbasis kolaborasi memiliki peran vital dalam mengatasi tantangan masyarakat di bidang sanitasi, air minum, dan kawasan permukiman kumuh.

“Data yang valid dan terkoordinasi dengan baik akan memastikan bahwa kebijakan yang diambil tepat sasaran dan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa keberadaan Pokja PPKP, yang dibentuk melalui SK Bupati Bogor Nomor 600.2/2/346/KPTA/PER-UU/2022, memiliki posisi strategis dalam mendorong perencanaan pembangunan terintegrasi di sektor perumahan dan kawasan permukiman.

“Pokja PPKP berfungsi sebagai platform kolaborasi antara berbagai OPD dan sektor terkait dalam merencanakan serta melaksanakan program pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ungkapnya.

Namun demikian, Ajat mengakui masih ada tantangan besar, terutama kurangnya koordinasi efektif antaranggota Pokja yang kerap menyebabkan tumpang tindih kebijakan dan pelaksanaan program. Oleh karena itu, penguatan basis data menjadi langkah strategis untuk memperbaiki sistem tersebut.