Bogor, MAHATVA.ID — Pemerintah Desa Gunungputri menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Desa Tangguh Bencana (Destana) sebagai upaya peningkatan kapasitas anggota Destana dalam menghadapi potensi bencana. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Graha Mandiri Desa Gunungputri, Selasa (17/02/26).

Bimtek ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Gunungputri serta unsur lembaga desa, antara lain BPD, LPM, Bank Sampah, PKK, Jembatan Amal, dan sejumlah lembaga pendukung seperti FAJI Kabupaten Bogor, GP Rafting, serta REKAN Indonesia.

Kegiatan menghadirkan narasumber dari Gemawana Indonesia, Tagana Kabupaten Bogor, dan Tagana. Materi yang disampaikan meliputi mitigasi bencana, pemetaan wilayah rawan, assessment kebencanaan, pertolongan pertama, hingga pelatihan water rescue.

Ketua Destana Gunungputri, Ardiyanto, menyampaikan bahwa bimtek ini merupakan bagian dari upaya pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat.
“Bimtek ini bertujuan meningkatkan kapasitas anggota Destana sekaligus mengembangkan Destana yang terencana, terpadu, dan terstandar sesuai pedoman umum desa tangguh bencana,” ujarnya.

Narasumber pertama, Sukri Sumantri dari Tagana Kabupaten Bogor, menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam meminimalkan dampak bencana.
“Bencana memang tidak bisa dihindari, tetapi dampaknya dapat dikurangi jika relawan desa memiliki kapasitas yang baik dan mampu bertindak cepat di menit-menit awal kejadian,” jelasnya.

Sementara itu, narasumber kedua, Ananta Eka dari TRC BPBD Kabupaten Bogor, menjelaskan bahwa Destana dan relawan desa merupakan garda terdepan saat bencana terjadi.
“Melalui bimtek ini, kami ingin memastikan relawan memiliki kemampuan teknis, mulai dari manajemen penanggulangan bencana tingkat desa, identifikasi risiko, evakuasi darurat, komunikasi lapangan, pertolongan pertama, hingga simulasi komando lapangan,” paparnya.

Narasumber ketiga, Septian Adrianto, Ketua Umum Gemawana Indonesia, menegaskan pentingnya pelatihan intensif water rescue.
“Pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan relawan dalam operasi penyelamatan di air seperti banjir dan kecelakaan perairan, dengan teknik self-rescue RTRGT (Reach, Throw, Row, Go, Tow), penggunaan APD, evakuasi korban, serta manajemen risiko banjir,” jelasnya.

Pembina Destana Gunungputri, Sugianto yang akrab disapa Capung, menekankan pentingnya koordinasi lintas lembaga dalam penanganan bencana.
“Relawan tidak boleh bergerak sendiri-sendiri. Pemahaman alur komando dan koordinasi yang kuat akan membuat penanganan lebih efektif dan keselamatan warga lebih terjamin,” tegasnya.

Dengan terselenggaranya bimtek ini, Destana Gunungputri diharapkan semakin responsif, terlatih, dan siap melindungi masyarakat dalam situasi darurat. Para peserta pun mengaku bersyukur mendapat pelatihan yang aplikatif dan berharap kegiatan serupa dapat digelar secara berkala.