Bogor, MAHATVA.ID – Kepolisian Resor Bogor memastikan akan menindak tegas pelaku kekerasan dan tawuran yang berkedok kegiatan Sahur On The Road (SOTR) selama bulan suci Ramadan di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kapolres Bogor, Wikha Ardilestanto, menegaskan tidak ada toleransi terhadap aksi premanisme, termasuk kelompok remaja yang membawa senjata tajam dengan dalih kegiatan sahur bersama di jalanan.
“Kami akan menindak tegas para pelaku kekerasan, penganiayaan, dan tawuran, khususnya kelompok yang menggunakan senjata tajam berkedok Sahur On The Road,” ujar Wikha di Cibinong, Selasa (17/2).
Ia menekankan bahwa tidak ada ruang bagi aksi premanisme di wilayah Kabupaten Bogor. Penindakan tegas akan dilakukan demi menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat selama Ramadan.
Patroli Sahur Berskala Besar
Sebagai langkah preventif, Polres Bogor telah menyiapkan patroli sahur berskala besar yang digelar rutin sepanjang Ramadan. Patroli tersebut menyasar lokasi-lokasi rawan tawuran, balap liar, serta titik yang kerap menjadi tempat berkumpulnya remaja pada malam hingga dini hari.
Upaya ini dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman dan nyaman tanpa gangguan ketertiban umum.
Selain penindakan, kepolisian juga mengedepankan langkah pencegahan dengan melibatkan peran orang tua dalam mengawasi aktivitas anak-anaknya, terutama pada malam hari. Kapolres mengimbau para orang tua memastikan anak sudah berada di rumah pada waktu yang wajar guna menghindari potensi keterlibatan dalam aksi yang melanggar hukum.



