Bekasi, MAHATVA.ID – Menjelang Idulfitri, Pemerintah Kota Bekasi mulai bersiap menghadapi potensi peningkatan aktivitas penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di ruang-ruang publik.

Dinas Sosial Kota Bekasi mencatat, momen hari raya kerap diikuti lonjakan jumlah gelandangan, pengemis, hingga manusia silver yang beroperasi di sejumlah titik jalan protokol dan kawasan pusat keramaian.

Kepala Dinas Sosial Kota Bekasi, Robert Siagian, mengatakan pihaknya telah menyiapkan langkah penertiban terpadu bersama Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bekasi. Operasi ini bertujuan menjaga ketertiban umum sekaligus mengantisipasi kedatangan PMKS dari luar daerah yang datang ke Bekasi untuk mencari penghasilan musiman.

“Untuk antisipasi kita akan melakukan penertiban PMKS bekerja sama dengan Satpol PP. Sebab ada potensi jumlahnya meningkat karena kedatangan dari luar daerah,” ujar Robert, Minggu (15/2/2026).

Bekasi Jadi Magnet Ekonomi Musiman

Sebagai kota penyangga Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Bekasi dinilai memiliki daya tarik ekonomi tersendiri, terutama menjelang Lebaran ketika aktivitas masyarakat dan perputaran uang meningkat.

Kondisi tersebut kerap dimanfaatkan sebagian pihak untuk meminta-minta di persimpangan jalan, area pusat perbelanjaan, hingga kawasan perkantoran yang ramai dilalui kendaraan.

Robert menjelaskan, setiap PMKS yang terjaring dalam operasi penertiban akan didata dan ditindaklanjuti sesuai domisili. Bagi warga Kota Bekasi, pemerintah menyiapkan pembinaan melalui rumah singgah atau panti sosial yang bekerja sama dengan dinas terkait.

“Karena kemampuan kita terbatas, jadi sebagian kita bawa ke rumah singgah, sebagian ke panti sosial untuk kita bina,” katanya.