MAHATVA.ID - Tumpukan sampah yang menggunung di pojok belakang pasar Sukamakmur, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, telah menuai protes dari warga setempat.
Bagaimana tidak, tumpukan sampah tersebut selain mengganggu estetika lingkungan juga membuat para pedagang di sekitaran kawasan pasar tradisional Sukamakmur tidak nyaman, karena kerap menimbulkan aroma tidak sedap.
Menurut salah satu warga Desa Sukamakmur yang dekat dengan area pasar menyebutkan, tumpukan sampah ini dikeluhkan para pedagang pasar, juga dipersoalkan olah warga setempat. Khususnya, warga yang lokasi rumahnya berdekatan dengan pasar Sukamakmur.
“Iya, tumpukan sampah itu selain bau menyengat, juga banyak lalat yang berkeliaran ke rumah penduduk,” paparnya.
Bukan hanya itu, tumpukan sampah juga mengganggu aktivitas pedagang di Pasar Sukamakmur. Bahkan, ada beberapa warga yang menolak dengan keberadaan pasar tersebut yang tidak dikelola dengan baik.
“Kami khawatir kalau dibiarkan, ini bisa jadi sumber penyakit. Makanya kami minta pengurus pasar agar sampah-sampah ini segera diangkut, jangan hanya rutin untuk menarik iurannya saja,” timpalnya.
Selain itu, warga yang tidak ingin disebutkan namanya juga mengeluhkan adanya banjir air comberan yang masuk ke pemukiman warga.
"Banjir air koco (comberan) ke pemukiman warga. Ditambah lagi Pasar tidak ada fasilitas umum. Seperti mushola, tempat wudhu, tempat berkumpul dan bahkan mirisnya tidak ada kantor pasar," keluhnya.
"Ya semoga pihak pengelola pasar bisa lebih peka terkait keluhan warga ini, jangan hanya pungutannya saja yang dirutinkan. Akan tetapi rutin juga untuk jaga kebersihan serta kenyamanan lingkungan sekitar," pungkasnya.




