Bogor, MAHATVA.ID - Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa pembangunan fasilitas publik harus sepenuhnya digunakan untuk kepentingan masyarakat. Tidak hanya membangun infrastruktur, ia meminta Dinas Pariwisata segera menggandeng pihak ketiga dari dunia usaha lokal untuk mengelola area publik agar lebih profesional.
Menurutnya, skema ini menguntungkan masyarakat karena fasilitas tetap gratis, sementara kebutuhan makan dan minum dapat dilayani UMKM Bogor. Pihak swasta nantinya bertugas merawat dan menjaga kebersihan agar pemerintah bisa fokus pada pembangunan.
“Masyarakat jangan takut menggunakan fasilitas. Kalau rusak karena dipakai, kita bangga. Yang memalukan adalah fasilitas rusak karena tidak pernah dipakai,” ujarnya.
Ia juga mengungkap rencana penataan pagar area publik agar UMKM dapat berjualan dengan rapi dan terintegrasi.
Taman Siliwangi – Alun-alun – Masjid Agung Terhubung 2026
Pada tahun 2026, Pemkab Bogor akan melakukan revitalisasi Alun-alun Tegar Beriman bersamaan dengan pembenahan Masjid Agung Baitul Faizin.
Perbaikan itu meliputi pengecatan, pembenahan kebocoran, pemasangan eskalator, hingga perbaikan tempat wudhu. Beberapa bagian masjid telah dibongkar karena struktur yang tidak rata.
Ketiga titik—Taman Siliwangi, Alun-alun, dan Masjid Agung—akan dibuat terhubung sebagai kawasan publik terpadu. Standarisasi interiornya bahkan disebut Bupati “akan lebih bagus daripada Jakarta Theater”.




