Bogor, MAHATVA.ID — Bupati Bogor, Rudy Susmanto, meresmikan Sektor Pemadam Kebakaran (Damkar) Kecamatan Babakan Madang, Rabu (17/12/2025). Peresmian ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam meningkatkan kecepatan dan efektivitas penanganan kebakaran di wilayah padat permukiman dan pembangunan.
Dalam sambutannya, Rudy Susmanto menegaskan bahwa hadirnya Sektor Damkar Babakan Madang merupakan hasil kolaborasi antara Pemkab Bogor dan pengembang Sentul City (SC) sebagai bentuk sinergi pemerintah dan swasta dalam pelayanan publik.
“Pihak Sentul City menyiapkan lahan dan bangunannya, sementara Pemkab Bogor menyediakan armada pemadam kebakaran serta personel. Ini adalah bentuk kolaborasi nyata untuk meningkatkan keselamatan masyarakat,” ujar Rudy.
Menurutnya, keberadaan sektor Damkar ini sangat strategis karena akan mempercepat respons penanganan kebakaran, khususnya di Kecamatan Babakan Madang yang memiliki tingkat aktivitas permukiman dan pembangunan cukup tinggi. Terlebih, sektor tersebut berada di kawasan strategis, termasuk area kediaman Presiden RI Prabowo Subianto.
Rudy menegaskan bahwa meskipun berada di kawasan Sentul City, Sektor Damkar Babakan Madang tidak hanya melayani warga perumahan elite, melainkan seluruh masyarakat di wilayah tersebut.
“Walaupun namanya Sentul City, sektor ini melayani seluruh elemen masyarakat di sembilan desa di Kecamatan Babakan Madang. Tujuan utamanya adalah keselamatan masyarakat di atas segalanya,” tegas politisi Partai Gerindra itu.
Saat ini, Pemkab Bogor telah menyiagakan empat unit armada pemadam kebakaran di sektor tersebut. Rudy mengakui jumlah armada masih belum ideal jika melihat luas wilayah layanan, namun hal tersebut akan dioptimalkan secara bertahap.
“Dengan luas wilayah yang ada, memang armada Damkar masih kurang. Namun untuk saat ini, kami siagakan empat armada di Sektor Babakan Madang,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rudy menyampaikan komitmen Pemkab Bogor untuk memperluas jangkauan layanan Damkar ke seluruh kecamatan di Kabupaten Bogor. Hal ini seiring meningkatnya pembangunan vertikal dan kepadatan permukiman.


