MAHATVA.ID – Isu pemotongan kompensasi bagi para supir angkot di jalur Cisarua, dan Kepala Desa Kabupaten Bogor yang viral di berbagai media akhirnya mendapat tanggapan langsung dari Bupati Bogor, Rudy Susmanto.
Dalam konferensi pers yang digelar di Pendopo, Rudy menegaskan bahwa Pemkab Bogor telah mengambil langkah tegas dengan menurunkan Tim Cyber Pungli Kabupaten Bogor, yang terdiri dari unsur Polres Bogor, Kejaksaan Negeri Cibinong, serta dinas terkait lainnya.
“Kami telah memanggil sembilan orang untuk dimintai keterangan. Di antaranya ada kepala desa, anggota Dinas Perhubungan, dan beberapa perwakilan organisasi lainnya,” ujar Rudy Susmanto dalam Konferensi Pers di Pendopo. Minggu, (06/04/2025).
Rudy menambahkan bahwa saat ini proses penyelidikan tengah berlangsung dan hasilnya akan diumumkan paling lambat minggu depan. Ia juga menegaskan bahwa Pemkab Bogor tidak akan mentolerir praktik pungli ataupun pemotongan dana yang merugikan rakyat, termasuk para sopir angkutan umum.
“Tim Cyber Pungli akan memberikan rekomendasi sanksi, baik administratif maupun pidana. Jika ditemukan unsur pidana, maka kasus ini akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rudy Susmanto juga meminta maaf kepada masyarakat kabupaten Bogor atas peristiwa yang terjadi diakhir-akhir ini, yang menyebabkan keresahan di masyarakat.
Kasus ini mencuat setelah sejumlah sopir angkot di jalur wisata Puncak, Cisarua, mengeluhkan adanya potongan dari kompensasi yang mereka terima. Pemberitaan viral ini menuai perhatian publik, terlebih setelah muncul dugaan keterlibatan oknum aparat desa dan organisasi transportasi.




