Bogor, MAHATVA.ID — Bupati Bogor Rudy Susmanto memimpin rapat evaluasi progres pembangunan dapur untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bogor. Rapat tersebut digelar untuk meninjau perkembangan dan merumuskan langkah percepatan agar program prioritas nasional tersebut dapat berjalan optimal.

Dalam arahannya, Rudy menegaskan pentingnya tata kelola aset dan administrasi yang transparan agar pelaksanaan pembangunan dapur MBG tidak menemui hambatan di lapangan. Ia menyebut Kabupaten Bogor memiliki standar tinggi dalam pembangunan fasilitas pendukung MBG.

“Oleh karena itu, harus dijalankan dengan serius, administrasi lengkap, dan mekanisme penggunaan bahan yang tepat. Program ini merupakan prioritas Presiden dan harus diawasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Rudy dalam keterangannya, Rabu (12/11/2025).

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Fusia Meidiawaty, melaporkan bahwa saat ini terdapat 288 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kabupaten Bogor. Dari jumlah tersebut, sebanyak 195 SPPG telah mengikuti Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji (PKPSS).

“Pelatihan diikuti secara merata oleh seluruh karyawan SPPG, dengan rata-rata 47 pegawai per SPPG. Dengan demikian, Kabupaten Bogor berhasil melibatkan 100 persen pegawai yang terdaftar,” jelas Fusia.

Selain itu, sebanyak 163 SPPG telah menjalani inspeksi lingkungan oleh petugas Puskesmas. Pemeriksaan tersebut mencakup aspek kebersihan dapur, kualitas air, hingga fasilitas penyajian makanan. Namun hingga kini, baru 35 SPPG atau sekitar 12,6% yang berhasil memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

“Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menghimbau seluruh SPPG dan pihak terkait untuk segera melengkapi persyaratan agar penerbitan SLHS dapat dilakukan secara maksimal,” tambahnya.

Fusia menegaskan, Pemkab Bogor terus berupaya mempercepat proses sertifikasi higiene sanitasi di seluruh satuan layanan gizi. Langkah ini menjadi bagian penting dalam memastikan kualitas pangan dan gizi yang diterima peserta program MBG di seluruh sekolah.

“Proses ini merupakan bagian dari upaya mempercepat sertifikasi higiene sanitasi di seluruh SPPG Kabupaten Bogor, sehingga seluruh sekolah dapat memastikan kualitas pangan dan gizi yang layak bagi para peserta didik,” pungkasnya.