Bogor, MAHATVA.ID – Bupati Bogor Rudy Susmanto menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Jalur Tegar Beriman, Cibinong, yang telah berlangsung sejak 26 Oktober 2025 hingga awal Januari 2026.

Evaluasi tersebut disampaikan Rudy Susmanto usai mengikuti langsung kegiatan CFD perdana di tahun 2026 bersama keluarga dan para pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Minggu (4/1/2026). Dalam kegiatan tersebut, Bupati Bogor juga menyapa masyarakat yang antusias mengikuti jalan santai dan aktivitas olahraga.

“Di awal tahun 2026 ini saya mengikuti langsung CFD bersama keluarga dan para pimpinan SKPD. Alhamdulillah, antusias masyarakat cukup tinggi mengikuti kegiatan Car Free Day,” ujar Rudy Susmanto.

Menurutnya, tingginya partisipasi warga menunjukkan bahwa CFD masih menjadi ruang publik yang diminati masyarakat Kabupaten Bogor, tidak hanya sebagai sarana olahraga, tetapi juga sebagai wadah interaksi sosial.

Selain aspek kesehatan dan sosial, Rudy menilai CFD memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Berbagai lapak UMKM yang disediakan Pemkab Bogor terlihat ramai dikunjungi, dengan penjualan yang meningkat.

“Selain masyarakat turun ke jalan untuk berolahraga, ada dampak ekonomi yang dirasakan oleh para pelaku UMKM. Dagangan mereka laris dan ini tentu menjadi sinyal positif bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat,” katanya.

Meski demikian, Bupati Bogor menegaskan bahwa evaluasi tetap diperlukan agar pelaksanaan CFD di tahun 2026 dapat berjalan lebih optimal dan terarah. Pemerintah Kabupaten Bogor berkomitmen menyempurnakan konsep CFD agar tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga menjadi sarana membangun nilai kebersamaan.

“Kita akan sempurnakan lagi CFD di tahun 2026. Kita ingin menghidupkan kembali semangat gotong royong di Kabupaten Bogor. Gotong royong bukan hanya soal kebersihan atau infrastruktur, tetapi tentang rasa memiliki dan kebersamaan,” jelas Rudy.

Ia juga telah menginstruksikan para camat untuk meneruskan pesan tersebut kepada lurah, kepala desa, hingga RT dan RW, serta kelompok masyarakat agar kembali mengaktifkan budaya gotong royong di lingkungan masing-masing.