MAHATVA.ID – Beredar video di media sosial TikTok yang menarasikan penolakan terhadap program Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) terkait pembagian obat cacing, imunisasi, dan vaksin. Narasi tersebut menyebut program kesehatan itu merupakan bagian dari “misi global” untuk menyebarkan virus baru.
Faktanya, klaim tersebut tidak benar alias hoaks.
Hasil Penelusuran Fakta
Mengutip tirto.id, tidak ditemukan bukti ilmiah maupun penelitian medis yang mendukung tuduhan bahwa obat cacing, imunisasi, atau vaksin adalah bagian dari agenda penyebaran virus baru.
Sebaliknya, seluruh obat cacing dan vaksin yang beredar di Indonesia telah melalui uji keamanan dan efektivitas yang ketat sebelum didistribusikan ke masyarakat.
Rujukan Medis Internasional
Temuan ini konsisten dengan laporan internasional, termasuk Comparative Effectiveness Review 2021 dari Agency for Healthcare Research and Quality (AHRQ), Amerika Serikat, yang menyimpulkan:
Tidak ada bukti vaksin rutin menyebabkan risiko efek samping serius.
Vaksin terbukti aman digunakan untuk anak-anak, orang dewasa, hingga ibu hamil.



