MAHATVA.ID -Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar melalui Dinas Pariwisata secara resmi menetapkan penyelenggaraan ajang internasional Darwin–Saumlaki Yacht Race and Rally (DSYRR) 2025 pada 23–26 September 2025, dengan pusat kegiatan terpusat di Pulau Matakus, Kecamatan Tanimbar Selatan.
Kegiatan berskala internasional ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar dengan The Darwin Sailing Club, Australia, sekaligus menjadi momentum strategis mempererat hubungan bilateral Indonesia–Australia di bidang pariwisata dan diplomasi budaya.
“DSYRR 2025 adalah ajang penting dalam memperkenalkan potensi wisata maritim Tanimbar di panggung global. Selain sebagai kompetisi olahraga bahari, kegiatan ini menjadi instrumen diplomasi wisata dan promosi budaya daerah perbatasan,” tegas Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata KKT, Drs. Imanuel J. F. Unmehopa, dalam keterangan resmi, Jumat (19/9/2025) pukul 16.00 WIT.
Untuk diketahui, Berdasarkan jadwal yang telah dikonfirmasi, enam kapal layar dengan membawa sekitar 30 wisatawan asal Australia akan bertolak dari Pelabuhan Darwin pada 19 September 2025, dan diperkirakan tiba di perairan Saumlaki pada 22–23 September untuk menjalani prosedur pemeriksaan keimigrasian serta clearance resmi sebelum mengikuti rangkaian acara inti.
Sebagai wujud penyambutan, Pemerintah Daerah telah menyiapkan sejumlah agenda resmi, meliputi upacara penyambutan, city tour, kunjungan desa wisata, serta pameran kerajinan tangan lokal. Peserta juga akan diajak menyaksikan upacara adat pengembalian batu di Desa Sangliat Dol, melihat proses pembuatan patung Tumbur dan tenun ikat di Desa Tumbur, serta mengikuti kegiatan sunset boat di Pantai Matakus.
“Kami ingin memastikan setiap peserta merasakan keunikan budaya Tanimbar sekaligus keramahan masyarakat lokal. Agenda ini dirancang untuk memberi kesan mendalam dan memperkuat identitas budaya daerah,” terang Christina Alwer, Kepala Bidang Usaha dan Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata KKT.
Selain atraksi wisata, kegiatan juga akan diwarnai dengan pertukaran cinderamata antara pemerintah daerah dan peserta internasional. Bahkan, sebagai wujud solidaritas, Ketua Darwin Sailing Club, Lusia Paintin, dijadwalkan menyerahkan dukungan bantuan pada sektor pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat lokal.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar menegaskan bahwa DSYRR 2025 tidak hanya berorientasi pada promosi wisata, tetapi juga sebagai bagian dari strategi diplomasi budaya lintas negara serta penguatan peran wilayah perbatasan sebagai etalase Indonesia di mata dunia.
“Ini bukan sekadar kompetisi perahu layar. Ini adalah platform diplomasi wisata, promosi budaya, serta penguatan jejaring internasional. Kami berharap DSYRR 2025 akan menempatkan Tanimbar lebih kuat dalam peta wisata nasional dan global,” pungkas Christina Alwer.




