Kuningan, MAHATVA.IDPartai Demokrat terus mematangkan langkah strategis menghadapi dinamika politik ke depan. Melalui workshop dan bimbingan teknis (bimtek) yang digelar di Jawa Barat, penguatan kapasitas kader khususnya anggota DPRD menjadi fokus utama.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Herman Khaeron, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari upaya memperkuat tata kelola demokrasi sekaligus mempersiapkan strategi pemenangan Pemilu 2029.

“Ini bukan kegiatan formalitas. Targetnya jelas, bagaimana Demokrat menyiapkan strategi dan cara untuk menghadapi 2029. Narasumbernya juga beragam, termasuk dari pihak eksternal,” tegasnya.

Workshop digelar di Horison Tirta Sanita Hotel pada 14–16 Februari 2026. Kegiatan ini diikuti delapan anggota Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPRD Provinsi Jawa Barat dan 95 anggota FPD DPRD kabupaten/kota se-Jawa Barat.

Turut hadir jajaran pimpinan utama DPD Demokrat Jabar, di antaranya Anton Sukartono Suratto (ketua), Muhammad Handarujati Kalamullah (sekretaris), Ratnawati (bendahara/ketua FPD DPRD Jabar), serta M. Hailuki (kepala Bakomstra).

Tiga Pilar Penguatan Kader

Herman Khaeron—akrab disapa Kang Hero—menyebut peningkatan kapasitas kader DPRD sangat vital karena mereka merupakan pengambil kebijakan di daerah sekaligus representasi partai yang langsung berhadapan dengan masyarakat.

“Ada tiga hal penting. Pertama, mereka bagian dari pengambil kebijakan. Kedua, mereka akan dimintai pandangan dan pendapat yang bisa berujung pada kebijakan bersama pemerintah. Ketiga, yang paling penting adalah membangun kepercayaan rakyat bahwa Demokrat mampu melahirkan solusi atas problematika masyarakat dan bangsa,” paparnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya membaca perubahan segmentasi pemilih serta mempersiapkan berbagai skenario sistem pemilu yang masih dalam pembahasan, baik soal sistem terbuka atau tertutup maupun ambang batas parlemen.