Bogor, MAHATVA.ID — Pemerintah Desa Gunungputri, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, resmi melakukan Deklarasi Desa Siaga Tuberkulosis (TBC) pada Selasa, 27 Januari 2026. Program ini menjadi langkah awal dalam memperkuat pengawasan, pencegahan, serta penanganan kasus TBC yang kian merebak di Indonesia.
Kepala Puskesmas Karanggan, dr. Deni Prananto, mengungkapkan bahwa tingginya kasus TBC di Indonesia saat ini menjadi perhatian serius. Bahkan, Indonesia menempati peringkat kedua dunia dengan jumlah penderita TBC terbanyak, melampaui China yang memiliki jumlah penduduk terbesar di dunia.
“Fakta ini menjadi alarm bagi kita semua. Deklarasi Desa Siaga TBC merupakan bentuk kewaspadaan bersama agar kasus TBC dapat ditemukan lebih cepat dan ditangani secara optimal,” ujar dr. Deni.
Sementara itu, Kepala Desa Gunungputri, Daman Huri, menegaskan bahwa deklarasi ini bertujuan untuk mengintegrasikan seluruh unsur yang terlibat dalam penanggulangan TBC, mulai dari kader TBC, Pemerintah Desa Gunungputri, hingga Puskesmas Karanggan.
“Kolaborasi ini kami bangun untuk mempercepat penanganan TBC sesuai dengan tagline TOS (Temukan, Obati, Sampai Sembuh). Dengan kerja bersama, kami optimistis penularan TBC dapat ditekan,” kata Daman.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Desa Gunungputri juga menyerahkan bantuan pangan bagi penderita TBC. Bantuan tersebut diserahkan melalui kepala dusun di wilayah tempat penderita tinggal.
Daman berharap, bantuan pangan ini dapat diberikan secara berkesinambungan untuk mendukung proses penyembuhan penderita TBC, sekaligus memperkuat pengawasan dan upaya pencegahan di tingkat desa.

.png)