MAHATVA.ID -Menyambut kedatangan Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela di wilayahnya, Desa Lermatan, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, mengambil langkah proaktif. Dalam sebuah rapat akbar yang dihadiri ratusan warga, Pemerintah Desa Lermatan merumuskan strategi komprehensif untuk melindungi kepentingan masyarakat adat sekaligus mendukung pembangunan nasional, Senin (5/5/2305) bertempat di gedung balai desa. pukul 15:00WIT.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Desa Lermatan, Akhill Nusmese, dan menghasilkan dua keputusan strategis sebagai fondasi menghadapi dampak sosial, ekonomi, dan budaya dari kehadiran megaproyek migas Blok Masela.

Dua Kebijakan Strategis Desa Lermatan:

Pembentukan Lembaga Adat sebagai Penjaga Kearifan Lokal.
Lembaga ini dibentuk untuk memperkuat posisi masyarakat adat dalam menghadapi arus modernisasi. Selain menjaga identitas budaya, lembaga adat akan menjadi jembatan komunikasi antara warga dan pihak luar, termasuk perusahaan pelaksana proyek.

Penyusunan Peraturan Desa tentang Retribusi dan Kompensasi Pihak Eksternal.
Dalam peraturan desa yang tengah disusun, akan diatur retribusi desa, kompensasi sosial, hingga dukungan infrastruktur dari perusahaan migas. Ini menjadi langkah konkret untuk memastikan kehadiran Blok Masela memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.

Menurut Akhill Nusmese, semua keputusan diambil secara transparan, partisipatif, dan akuntabel. “Kami tidak menolak pembangunan, tetapi kami ingin pembangunan yang adil dan menghargai masyarakat adat. Dengan adanya lembaga adat dan perdes retribusi, Desa Lermatan siap menyongsong masa depan dengan kepala tegak,” tegasnya.

Ia bahkan menyatakan siap berkorban demi kesejahteraan warga. “Saya siap menggadaikan diri demi kemajuan Desa Lermatan. Ini bukan hanya soal desa kami, tetapi juga tentang suksesnya program negara di Kabupaten Kepulauan Tanimbar,” tambahnya.

Optimisme Hadapi Megaproyek Blok Masela

Sebagai salah satu proyek gas terbesar di Asia Tenggara, kehadiran Blok Masela membawa tantangan sekaligus peluang. Namun dengan kesiapan regulasi, semangat gotong royong, dan kekuatan sosial budaya, Desa Lermatan menatap masa depan dengan penuh optimisme.