MAHATVA.ID – Untuk pertama kalinya dalam beberapa abad, Tetua Adat dari Desa Sofyanin secara resmi mengunjungi Desa Makatian, Kecamatan Wermakatian, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dalam misi perdamaian dan persaudaraan adat pada 12 dan 13 April 2025.
Kunjungan ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah misi suci yang membawa semangat rekonsiliasi dan kasih Kristus. Dalam nuansa penuh kekhidmatan, kedua desa bersepakat untuk menghapus jejak konflik masa lalu dan membangun masa depan yang damai, berlandaskan pada nilai-nilai kearifan lokal dan adat istiadat leluhur.
Dengan mengimplementasikan karya Kristus dalam bingkai budaya lokal, Tetua Adat Desa Sofyanin membawa pesan penebusan dan persaudaraan kepada masyarakat Desa Makatian. Tujuan utama dari pertemuan bersejarah ini adalah untuk menempatkan Desa Makatian sebagai Pela atau Adik-Kakak dalam relasi adat dengan Desa Sofyanin — hubungan yang sarat makna dalam struktur sosial masyarakat Maluku.
Simbolisasi persatuan tidak hanya tercermin dalam dialog dan kesepakatan, tetapi juga ditampilkan lewat tarian adat Tanimbar yang direncanakan menjadi bagian penting dari acara inti. Tarian ini menjadi lambang kuat bahwa perbedaan masa lalu bisa dijembatani melalui seni, budaya, dan kasih yang menyatukan.
Kehadiran delegasi Desa Sofyanin disambut hangat oleh warga Makatian. Kepala Desa Makatian memberikan pernyataan resmi yang mengakui pentingnya kunjungan ini sebagai langkah awal yang monumental dalam perjalanan menuju hubungan yang lebih harmonis. Beliau menyebut tanggal 12 April 2025 sebagai tonggak sejarah baru dalam narasi adat kedua desa.
Moce Waturu, mewakili Tetua Adat Sofyanin, turut mengucapkan rasa syukur atas penerimaan hangat masyarakat Makatian. Ia menekankan bahwa pertemuan ini akan menjadi pondasi kuat untuk tindak lanjut penyatuan melalui forum adat dan budaya yang otentik.
Kegiatan ini juga menunjukkan bagaimana penyebaran agama telah membawa perubahan positif dan membuka mata generasi muda akan pentingnya hidup dalam damai. Dengan pertolongan Ilahi dan semangat leluhur, masyarakat berharap agar relasi ini terus terjaga dan membawa berkat bagi anak cucu di masa mendatang. (Petu)


