Jakarta, MAHATVA.ID – Polemik kenaikan tunjangan DPR RI terus bergulir. Kritik keras datang bukan dari politisi, melainkan dari seorang diaspora muda asal Indonesia, Salsa Erwina Hutagalung, yang kini tinggal di Aarhus, Denmark. Sosok berprestasi internasional itu dengan lantang menantang Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, untuk beradu argumen di forum terbuka.
Kontroversi bermula ketika Sahroni menyebut seruan membubarkan DPR sebagai tindakan “orang tolol sedunia”. Pernyataan kasar itu langsung menyulut reaksi publik, termasuk Salsa yang merasa pernyataan tersebut merendahkan suara rakyat.
“Yang ngatain rakyat tolol, sini aku tantang debat kamu @ahmadsahroni88. Kita buktikan siapa yang sebenarnya tolol dan tidak bekerja untuk kepentingan rakyat,” ucap Salsa melalui akun media sosialnya.
PolitikHerman Khaeron: Retret Demokrat Jatim Momentum Konsolidasi Perkuat Peran Partai untuk Rakyat
Bukan Sosok Biasa
Salsa bukan figur sembarangan. Lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) ini dikenal sebagai mahasiswi berprestasi sejak muda. Pada 2012, ia berhasil menembus perempat final lomba debat dunia di Berlin, Jerman. Dua tahun kemudian, ia mencatat prestasi gemilang sebagai juara debat Asia-Pasifik di Nanyang Technological University, Singapura.
Kini, Salsa aktif sebagai podcaster lewat kanal “Jadi Dewasa 101”, membahas isu pengembangan diri hingga kritik sosial yang menyuarakan keresahan generasi muda.
Sentil Gaya Hidup DPR
Dalam kritiknya, Salsa menyebut Sahroni dan anggota DPR lainnya gagal menunjukkan empati terhadap kondisi rakyat.
“Adat-istiadat apa yang kamu bela? Maling, uang rakyat, korupsi… Kalau sudah kaya raya, mengapa masih rakus mempertahankan tunjangan dari pajak rakyat?” tegasnya.

.png)