Bogor, MAHATVA.ID – Pasca diresmikannya Dinas Kebudayaan Kabupaten Bogor oleh Bupati Rudy Susmanto pada Jumat, 2 Januari 2026 di Vivo Mall, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan, Yudi Santosa langsung tancap gas melakukan pendataan ulang seluruh cagar budaya yang ada di wilayah Bumi Tegar Beriman.
Pendataan tersebut mencakup cagar budaya berbentuk benda maupun non benda yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Bogor.
“Cagar budaya di Kabupaten Bogor itu banyak. Maka fokus kita ke depan adalah melakukan pendataan ulang, baik yang berbentuk benda maupun non benda,” ujar Yudi Santosa, Kamis (8/1/2026).
Yudi menjelaskan, kehadiran Dinas Kebudayaan tidak hanya sebagai pusat pelayanan administrasi, melainkan sebagai pusat perencanaan, penataan, serta pengembangan kebudayaan daerah. Menurutnya, aktivitas kebudayaan hidup dan berkembang di tengah masyarakat melalui komunitas, sanggar seni, pelaku budaya, serta berbagai ekosistem budaya yang telah berjalan selama ini.
“Kebudayaan itu hidup di komunitas, sanggar, pelaku seni, dan pelaku budaya. Tugas kami adalah mengangkat potensi tersebut, lalu membantu serta menyiapkan berbagai kebutuhannya,” jelas Yudi yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Bogor.
Ia menambahkan, fokus utama Dinas Kebudayaan saat ini adalah penataan dan penguatan cagar budaya. Pasalnya, keberadaan cagar budaya di Kabupaten Bogor selama ini dinilai belum tertata dengan baik sehingga membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
“Kita akan kumpulkan, kita bina, dan kita perhatikan. Baik itu cagar budaya, komunitas budaya, maupun para budayawan. Mereka inilah yang menjadi penggerak utama kebudayaan di Kabupaten Bogor,” tegasnya.
Yudi juga mengakui bahwa hingga kini identitas serta karakter budaya Bogor belum memiliki definisi yang jelas. Bahkan, pemahaman mengenai sejarah dan karakter budaya Bogor masih kerap terjadi kekeliruan.
“Kalau ditanya budaya Bogor itu apa, karakter orang Bogor seperti apa, sampai hari ini belum ada jawaban pasti. Sejarahnya pun masih banyak yang miss. Ini menjadi tugas besar kami ke depan,” ungkapnya.

.png)