MAHATVA.ID -Sebuah momentum bersejarah kembali tercipta di Desa Sofyanin, Kecamatan Fordata, Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Pemerintah desa, tokoh adat, dan umat beragama berpadu dalam satu tekad kebersamaan melalui ritual sakral Snobak Ohho di halaman Gereja Santo Mikael Sofyanin, Selasa (21/10/2025) pukul 17.00 WIT.

Kegiatan bertajuk “Sofyanin Panggil Pulang” ini menjadi simbol persatuan seluruh anak adat Sofyanin, baik yang menetap di kampung halaman maupun yang datang dari perantauan. Doa adat yang dipimpin oleh Mela Dawan Kubani dan Ignasius Watu, tetua adat Titi Baba Sofyanin, menjadi puncak spiritual perayaan yang sarat nilai religius dan budaya.

Doa yang dipanjatkan dalam Snobak Ohho bukan sekadar ritual seremonial. Ia adalah jembatan doa antara leluhur dan generasi penerus, pengingat bahwa kita semua berasal dari satu tanah, satu darah, dan satu budaya. Snobak Ohho mengajarkan kita untuk mengubur dengki, meninggalkan perpecahan, dan bersatu membangun desa yang maju, terutama dalam niat luhur membangun Gereja baru,” ujar Mela Kubani dengan suara bergetar penuh keyakinan dikutip langsung Mahatva.id dalam Ridwal Acara.


Usai doa adat, prosesi dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol syukur atas perjalanan panjang Desa Sofyanin yang telah berusia 108 tahun. Potongan pertama dilakukan Pastor Paroki Fordata RD Yakobus Bedi dan RP Anton Fanumby.

Selanjutnya, Kepada Mahatva.id, Camat Fordata, Lalaun menyampaikan rasa haru dan bangganya atas kekuatan kebersamaan masyarakat Sofyanin. Menurutnya, sinergi antara adat, pemerintah, dan gereja mencerminkan kokohnya sistem sosial budaya masyarakat Tanimbar yang menjunjung tinggi nilai Duan Lolat, semangat persaudaraan, kasih, dan saling menghormati.

“Perayaan seperti ini harus terus dijaga sebagai warisan luhur. Ulang tahun ke-108 Desa Sofyanin bukan hanya penanda sejarah, tetapi juga refleksi nilai persatuan, cinta tanah leluhur, serta komitmen untuk membangun masa depan bersama,” tutur Rizal Lalaun.


Dalam kesempatan yang sama, Kepala Desa Sofyanin, Sabonu, mengungkapkan  bahwa seluruh rangkaian acara mulai dari Snobak Ohho hingga Misa Syukur, mencerminkan tekad bersama untuk memperkuat harmoni antara adat, iman, dan pemerintahan.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Uskup Diosis Amboina, Mgr. Seno Ngutra, yang hadir langsung  memimpin Misa Syukur, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Asisten III Sekda, dan Kapolres KKT yang turut hadir dalam perayaan.

“Kami bersyukur atas berkat Tuhan dan partisipasi semua pihak. Acara ‘Sofyanin Panggil Pulang’ bukan hanya reuni adat, tetapi panggilan iman untuk bersatu membangun Gereja baru sebagai pusat spiritual umat Sofyanin,” ujar Sabonu.