MAHATVA.ID – Dugaan pungutan liar (pungli) di SDN 3 Nagrak menjadi perhatian publik setelah adanya tuduhan bahwa pihak sekolah melakukan penarikan iuran sebesar Rp400.000 kepada para murid. Menanggapi hal ini, Kepala Sekolah SDN 3 Nagrak, Maya Nurmayati, membantah tegas tuduhan tersebut.
"Tidak ada pihak sekolah melakukan iuran kepada murid," ujar Maya saat ditemui di sekolah, Jumat (24/1/2025).
Maya juga merasa keberatan atas pemberitaan yang ditayangkan tidak melalui Konfirmasi beliau. Ia beralasan saat konfirmasi wartawan, dirinya mengira bahwa yang mengonfirmasi tersebut adalah orang tua murid, sehingga memblokir nomor tersebut.
Sementara itu, pernyataan berbeda disampaikan oleh Ketua Komite Sekolah, Asep Nursamsi, yang membenarkan adanya iuran.
Asep menjelaskan bahwa iuran tersebut bukanlah kewajiban yang dipaksakan, melainkan sumbangan sukarela dari orangtua murid untuk kebutuhan perbaikan fasilitas sekolah, seperti pengadaan konblok di halaman sekolah dan itu pun sudah terlaksana.
"Memang ada iuran sebesar Rp 200.000 dan itu sudah terrealisasi dengan pembangunan Konblok di halaman sekolah," katanya.
Menurut Asep, iuran tersebut tidak dipatok harga. Ini adalah hasil kesepakatan melalui rapat antara komite dan para orangtua murid.
"Adapun Iuran selanjutnya ialah peruntukan untuk pembuatan sapras seperti panggung sekolah, dan itu pun baru rencana," jelasnya.
Asep juga menegaskan, bahwa iuran tersebut digunakan semata-mata untuk meningkatkan kenyamanan dan keindahan lingkungan sekolah. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada unsur pemaksaan dalam pengumpulan dana tersebut.




