Saumlaki, MAHATVA.ID -Aksi demonstrasi ratusan tenaga honor PPPK paruh waktu yang digelar di halaman kantor DPRD Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Rabu (1/10/2025) pukul 14:00 WIT, mendapat perhatian serius dari anggota DPRD setempat, Erens Feninlambir.
Dalam kesempatan tersebut, Feninlambir secara tegas mendesak pimpinan legislatif agar segera melayangkan undangan resmi kepada Bupati Ricky Jauwerissa untuk melaksanakan rapat paripurna terkait nasib 592 tenaga honor PPPK paruh waktu yang hingga kini belum terakomodir oleh pemerintah daerah.
“Saya meminta Ketua DPRD segera melayangkan surat undangan kepada Bupati untuk hadir di DPRD, sehingga bersama-sama kita dapat memutuskan apakah tenaga paruh waktu ini akan diakomodir atau tidak. Soal anggaran, mari kita duduk bicara secara terbuka, jangan saling mengulur waktu,” tegas Feninlambir di hadapan massa aksi.
Lebih lanjut, Feninlambir menerangkan bahwa keberadaan 592 tenaga honorer paruh waktu wajib diakomodir. Ia merujuk pada penjelasan Kementerian PAN-RB yang membuka peluang penambahan kuota PPPK, sepanjang pemerintah daerah secara resmi mengajukan surat permohonan. Namun, hal itu tetap bergantung pada kesanggupan daerah dalam menanggung beban gaji, serta memastikan seluruh proses administrasi, mulai dari pendaftaran hingga pemberkasan, berjalan tanpa kendala.
“Kami siap menerima apabila Bupati melayangkan surat pemberitahuan resmi untuk mengakomodir kuota tersisa 592 ini,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa terdapat dua indikator utama yang perlu menjadi landasan, yakni kemampuan keuangan daerah dan kesiapan pemerintah dalam menjalankan prosedur administrasi pendaftaran, yang menurutnya tidak menghadapi kendala berarti.
Dalam arahannya, Feninlambir juga mengingatkan pentingnya sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam menyelesaikan persoalan ini. Ia meminta agar DPRD dan pemerintah daerah tidak saling menyalahkan, melainkan duduk bersama mencari solusi. Pernyataan tersebut langsung disambut sorak sorai massa yang hadir.
“Kalau memang tidak ada anggaran, mari kita bicara terbuka di sini, jangan saling menyalahkan. Yang terpenting, ada kepastian bagi tenaga honorer ini,” tambah Feninlambir.
Di akhir penyampaiannya, ia mengimbau massa aksi untuk tetap bersabar, menjaga ketertiban, serta menghindari tindakan anarkis sambil menunggu kehadiran Bupati yang tengah diupayakan untuk menghadiri rapat bersama DPRD.


