MAHATVA.ID – Eliano Reijnders kembali menunjukkan kualitasnya bersama Persib Bandung saat tim Maung Bandung menumbangkan Arema FC dengan skor 2-1 pada laga lanjutan Super League 2025-2026 di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Senin (22/9/2025).
Menariknya, dalam laga tersebut pemain berdarah Belanda yang kini membela Timnas Indonesia itu dimainkan di beberapa posisi berbeda.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, awalnya menurunkan Eliano sebagai bek kiri. Setelah Frans Putros mendapat kartu merah di menit ke-63, Eliano dipindahkan ke bek kanan, lalu kembali ditempatkan di sisi kiri saat Persib menerapkan formasi lima bek.
Fleksibilitas Eliano Reijnders membuat Hodak puas. Ia menilai sang pemain mampu menjalankan peran berbeda dengan sama baiknya.
“Saat kami mendatangkannya, kami tahu Eliano bisa bermain di banyak posisi. Sebagai stopper memang dia tidak bisa, tapi di posisi lain, dia bisa,” ujar Hodak.
“Di posisi bek kiri dia bermain dengan baik dan cukup bertanggung jawab dalam bertahan. Itu alasan saya memasangnya, dan dia melakukannya dengan baik,” tambahnya.
Eliano resmi bergabung dengan Persib pada hari tenggat transfer Super League 2025-2026 setelah ditebus dari PEC Zwolle, klub Eredivisie Belanda. Kebugarannya terjaga karena sudah menjalani pramusim di Eropa, sehingga langsung mendapat menit bermain penuh dari Hodak.
Situasi itu berbeda dengan tiga rekrutan anyar Persib lainnya, yakni Thom Haye, Andrew Jung, dan Federico Barba, yang dinilai belum sepenuhnya bugar.
“Kami mendatangkan empat pemain, masalahnya mereka tidak benar-benar menjalani pramusim. Jadi belum siap 90 menit penuh. Hanya Eliano yang bermain di Eropa di beberapa laga awal sehingga kondisinya lebih siap,” jelas Hodak.
Selain tampil konsisten, kehadiran adik kandung bintang Manchester City, Tijjani Reijnders, ini menjadi opsi berharga bagi Persib. Dengan kemampuan bermain di berbagai posisi, Eliano bisa menjadi senjata penting dalam strategi Hodak sekaligus modal positif untuk Timnas Indonesia di ajang internasional.




