MAHATVA.ID -Mengawali masa kepemimpinan periode 2024–2029, pasangan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Ricky Jauwerissa dan Juliana Catarina Ratunak yang dikenal dengan jargon BerSATU, langsung tancap gas dengan strategi pemerintahan yang tak biasa: “Ujian Jabatan 100 Hari”. Program ini mendapat sorotan luas dari berbagai kalangan karena dianggap sebagai langkah reformasi birokrasi yang progresif dan berani.
“Ujian Jabatan”: Seleksi Alam ASN Ala BerSATU
Program “ujian jabatan” ini menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap kinerja para pejabat lama di lingkup Pemerintah Daerah. Dalam kurun waktu 100 hari, mereka diberi kesempatan untuk membuktikan kemampuan dengan menghadirkan terobosan kerja, solusi kreatif, dan hasil nyata yang berdampak langsung pada masyarakat.
Menurut Bupati Ricky Jauwerissa, kebijakan ini bukan semata uji loyalitas, tetapi uji kapasitas dan integritas. “Kami ingin membangun sistem yang adil. Jabatan tidak boleh diwarisi hanya karena status, tapi harus dipertahankan karena prestasi dan dedikasi,” tegasnya.
Irwan Rumahsera: “Ini Momentum Menyaring Pemimpin Daerah yang Layak”
Tokoh Pemuda Tanimbar, Irwan Rumahsera, turut memberikan pandangannya. Menurutnya, strategi 100 hari kerja ini adalah bentuk pemurnian birokrasi berbasis meritokrasi.
“Langkah BerSATU sangat visioner. Dalam kondisi birokrasi kita yang selama ini kerap stagnan, program ‘ujian jabatan’ adalah cara cerdas untuk menyaring pejabat yang benar-benar bekerja, bukan sekadar bertahan di kursi,” ujar Irwan saat diwawancarai via seluler dari Kota Ambon, Minggu (8/6/2025)
Ia juga menekankan bahwa keterlibatan masyarakat dalam menilai kinerja pejabat selama masa 100 hari ini menjadi poin penting dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan dan partisipatif.
“Pemerintah membuka ruang pengawasan publik, ini sinyal baik. Ini bentuk akuntabilitas yang nyata. Dan saya harap masyarakat bisa menggunakan momentum ini dengan bijak untuk memberi masukan,” tambah Irwan.



