MAHATVA.ID - Pemerintah pusat tengah mendorong percepatan pembangunan infrastruktur pengolahan sampah menjadi energi atau Waste to Energy (WtE) di 33 kota/kabupaten di Indonesia.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan sampah secara menyeluruh hingga 2029.
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, dalam sambutannya pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Sampah 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC), Minggu (22/6/2025), menyampaikan bahwa WtE adalah solusi penting bagi kota-kota besar yang menghadapi timbulan sampah minimal 1.000 ton per hari.
"Presiden Prabowo telah menginstruksikan agar pemerintah pusat dan daerah segera berakselerasi. Pemerintah daerah sebagai penanggung jawab wajib menjalankan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah," ujarnya.
Hanif menegaskan bahwa pemerintah pusat tengah menyusun Rancangan Peraturan Presiden guna memperkuat regulasi dan dukungan terhadap daerah.
Rancangan tersebut meliputi pembiayaan dari APBN, kepastian pembelian listrik oleh PLN, percepatan perizinan, dan pelibatan badan usaha profesional dalam pengelolaan sampah.
"Permasalahan pelik di kota-kota besar dapat diatasi dengan pendekatan teknologi yang ramah lingkungan dan pengelolaan yang profesional," tambahnya.
Merespons arahan tersebut, Pemerintah Kota Bogor menyatakan kesiapan jika ditunjuk sebagai salah satu lokasi pembangunan WtE.
"Kota Bogor pada prinsipnya siap menerima program PSEL (Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik) dari pemerintah pusat. Kami juga mengusulkan agar TPAS Galuga dimanfaatkan untuk mendukung pasokan sampah," ujar Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim usai menghadiri Rakornas tersebut.


