Bogor, MAHATVA.ID – Keterlambatan pembayaran honor para pekerja honorer di lingkungan SMA Negeri dan SMK Negeri Wilayah I Kabupaten Bogor menuai perhatian serius. Ketua Komite SMAN 1 Cibinong, Saiful, menyampaikan keprihatinannya dan mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Menurut Saiful, para pekerja honorer memiliki peran penting dalam menunjang operasional dan kegiatan sekolah. Namun hingga kini, hak mereka belum diterima meski kewajiban tetap dijalankan.
“Kami sangat prihatin dengan kondisi para pekerja honorer yang honorariumnya belum dibayarkan selama beberapa waktu. Mereka tetap menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, namun haknya belum diterima. Ini tentu tidak adil,” ujar Saiful, Sabtu (7/2/2026).
Ia menegaskan, keterlambatan pembayaran honor tidak seharusnya terus-menerus dibebankan kepada pihak sekolah. Menurutnya, persoalan ini lebih banyak dipengaruhi oleh keterlambatan pencairan dana serta perubahan regulasi yang membuat sekolah berada dalam posisi serba sulit.
“Sekolah sering kali terjepit. Di satu sisi harus memastikan kegiatan belajar mengajar berjalan normal, di sisi lain terbentur aturan penggunaan dana BOS dan kebijakan yang terus berubah. Komite berharap ada kejelasan dan kepastian dari pemerintah,” jelasnya.
“Kalau tidak ada solusi khusus, persoalan ini akan terus berulang. Para pekerja honorer menjadi korban, dan pada akhirnya kualitas layanan pendidikan yang dirugikan,” tambahnya.
Selain itu, Saiful turut menyinggung persoalan administrasi yang dinilai masih rancu, khususnya dalam pendataan kualifikasi tenaga kerja. Ia mencontohkan adanya pekerja lulusan S1 justru menerima honor setara lulusan SMA, begitu pula sebaliknya.
“Kondisi administrasi seperti ini harus segera dibenahi agar tidak menimbulkan kecemburuan dan masalah baru di lapangan,” katanya.
Untuk itu, Saiful mendesak anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, khususnya dari daerah pemilihan Kabupaten Bogor, agar serius mengawal dan mendorong penyelesaian persoalan keterlambatan honor pekerja honorer di lingkungan SMA dan SMK negeri.

