Bogor, MAHATVA.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus menggencarkan kegiatan gotong royong dan program penghijauan di seluruh wilayah Kabupaten Bogor sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan serta mengurangi potensi banjir menjelang bulan suci Ramadan.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan secara rutin dan melibatkan seluruh elemen masyarakat di 40 kecamatan, 416 desa, dan 19 kelurahan. Pemerintah daerah juga telah mengimbau masyarakat untuk aktif membersihkan lingkungan masing-masing sebagai bentuk kepedulian bersama menyambut Ramadan.
Selain gotong royong, Pemkab Bogor mencanangkan program pembangunan hutan kota atau hutan kecamatan dengan target minimal satu hektare di setiap kecamatan. Program ini telah berjalan di sejumlah wilayah dan akan terus diperluas menyesuaikan dengan ketersediaan lahan.
“Penanaman pohon dilakukan secara berkelanjutan. Target kami, setiap hari selalu ada pohon yang ditanam di berbagai titik wilayah,” tegas Rudy Susmanto.
Dalam waktu dekat, Pemkab Bogor akan melaksanakan penanaman pohon bersama di kawasan Hulu Sungai Ciliwung, Cisarua, pada Kamis mendatang. Kegiatan penghijauan dilanjutkan pada Jumat melalui penanaman bersama TNI di Kecamatan Babakan Madang.
Evaluasi perkembangan program dilakukan secara rutin setiap pekan melalui rapat koordinasi yang dipimpin Sekretaris Daerah, baik secara daring maupun tatap muka. Hingga saat ini, jumlah kecamatan yang menjalankan program penghijauan terus bertambah dan telah ditetapkan sebagai program wajib.
Program penghijauan juga menyasar sejumlah aset milik Pemkab Bogor, di antaranya di ruas Jalan Bojong Gede–Kemang serta lahan di Desa Hambalang, Kecamatan Citeureup. Selain itu, terdapat lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum (PSU) seluas 48 hektare yang diserahkan oleh Sentul City untuk ditanami pohon.
Tak hanya itu, Pemkab Bogor juga memperoleh lahan dari PTPN seluas 24 hektare dan tambahan 9 hektare yang dimanfaatkan untuk program penanaman. Terbaru, Sentul City kembali menyerahkan lahan seluas 15 hektare untuk dikembangkan menjadi kawasan hutan kota.
Sementara itu, kegiatan gotong royong tidak hanya berlangsung di Babakan Madang. TNI melaksanakan kerja bakti di berbagai titik wilayah, sedangkan Dinas Pendidikan menggerakkan gotong royong di sekolah-sekolah bersama para siswa.




