TIMIKA, MAHATVA ID -Dua hari menjelang 29 Januari 2026, atmosfer Timika mulai mengeras. Bukan oleh hiruk-pikuk politik, tetapi oleh satu momentum sosial-budaya yang dinilai akan memberi efek berantai panjang: pelantikan Badan Pengurus dan Organisasi Ikatan Kerukunan Kepulauan Tanimbar (IKKT) Kabupaten Mimika periode 2026–2031.

Agenda ini bukan seremoni biasa. Ia adalah penegasan eksistensi, uji konsolidasi, sekaligus pertaruhan arah besar masyarakat Tanimbar di tanah rantau Papua.


Nama Eus Berkasa, S.H., M.H., Ketua Definitif IKKT Mimika yang akan dilantik, menjadi pusat perhatian. Figur berlatar hukum ini diproyeksikan membawa IKKT keluar dari zona nyaman paguyuban seremonial menuju organisasi kerukunan yang berdaya tekan sosial.

Tema pelantikan “Membangun Persaudaraan yang Tangguh di Tanah Amungsa & Bumi Kamoro” dibaca banyak pihak sebagai pesan ideologis: IKKT ingin berdiri sejajar, bukan sekadar hadir; berkontribusi, bukan bersembunyi.

“Ini bukan hanya soal pelantikan pengurus. Ini soal arah, sikap, dan posisi orang Tanimbar di Mimika,” ujar salah satu tokoh masyarakat Tanimbar di Timika.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, hingga H-2 pelaksanaan, panitia melakukan konsolidasi intensif. Ketua Panitia Hilarius Folatindu, S.T. menjelaskan, kesiapan teknis hampir rampung, sementara koordinasi lintas elemen adat, agama, dan paguyuban terus dimatangkan.

Pelantikan ini juga akan dirangkaikan dengan serah terima jabatan dari Ketua Demisioner Karel Watunwotuk, menandai transisi kepemimpinan yang dinilai krusial bagi masa depan IKKT Mimika.

Di balik agenda formal, pesan yang ingin ditegaskan jelas:

IKKT tidak ingin menjadi penonton di tanah orang.