Jakaarta, MAHATVA.ID – Indonesia kembali menorehkan prestasi diplomatik di kancah global dengan terpilih sebagai anggota Council of Administration (CA) dan Postal Operations Council (POC) pada Kongres Universal Postal Union (UPU) ke-28. Keberhasilan ini dicapai dalam kongres yang berlangsung di Dubai, Uni Emirat Arab, pada 7–20 September 2025 lalu.

Terpilihnya Indonesia di dua dewan strategis badan PBB yang mengatur layanan pos internasional ini merupakan pengakuan dunia atas peran penting Indonesia dalam ekosistem pos dan logistik global. Keanggotaan ini akan berlaku untuk periode 2026–2029.

Delegasi Indonesia, yang dipimpin oleh Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Edwin Hidayat Abdullah, berhasil mengamankan posisi yang akan memberikan pengaruh signifikan dalam perumusan kebijakan pos dunia.

"Ini bukan hanya simbol pengakuan internasional, tetapi juga tanggung jawab besar untuk berperan aktif dalam membentuk masa depan layanan pos dunia,” ujar Edwin dalam keterangan yang diterima pada Senin (20/10/2025).

Posisi Strategis di Panggung Global

Dengan duduk di CA dan POC, Indonesia kini memiliki peran ganda yang strategis.

  • Council of Administration (CA): Berfokus pada perumusan kebijakan strategis, regulasi, dan tata kelola organisasi UPU.

    Postal Operations Council (POC): Menangani aspek teknis dan operasional, seperti standar pelayanan, inovasi, dan sistem pos lintas negara.

    Posisi ini memungkinkan Indonesia untuk tidak hanya ikut merancang kebijakan, tetapi juga mengawasi implementasi teknisnya, memastikan kepentingan nasional dan negara berkembang lainnya terakomodasi.

Halaman:
M
Penulis: Mahatva.id