MAHATVA.ID – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI menyatakan kesiapannya untuk membantu Malaysia meredakan ketegangan yang kembali terjadi antara Thailand dan Kamboja. Malaysia diketahui tengah menjabat sebagai Ketua ASEAN 2025, dan tengah mengupayakan mediasi antara kedua negara yang berselisih.

“Kita sudah sampaikan kesiapan untuk bantu Malaysia, mengingat banyak pengalaman kita di tahun 2011 lalu untuk meredakan ketegangan di antara kedua negara saat itu,” kata Juru Bicara Kemenlu RI, Roy Soemirat dikutip Kompas.com, Minggu (27/7/2025).

Sengketa Perbatasan Memanas

Ketegangan terbaru dipicu oleh konflik lama mengenai kepemilikan sejumlah kuil kuno yang terletak di wilayah perbatasan Thailand-Kamboja. Bentrokan bersenjata yang terjadi telah meluas, melibatkan jet tempur, tank, dan pasukan darat yang beroperasi di kawasan pedesaan berhutan dan lahan pertanian.

Menurut laporan media, konflik tersebut telah menyebabkan sedikitnya 34 korban jiwa dan lebih dari 200.000 orang mengungsi dari wilayah perbatasan.

Thailand merespons dengan menutup perbatasan mereka, sementara Kamboja memutuskan hubungan diplomatik dengan negara tetangganya itu, menuding Thailand menggunakan kekuatan berlebihan.

Indonesia Lakukan Komunikasi Diplomatik

Roy Soemirat menyebut, Menlu RI telah melakukan komunikasi intensif dengan Menlu Malaysia untuk menyusun langkah kolektif ASEAN dalam meredakan ketegangan ini.

“Indonesia tengah mencari formula yang tepat, baik melalui kerangka bilateral maupun ASEAN, untuk meredam dan menyelesaikan eskalasi yang terjadi,” ujarnya.