MAHATVA.ID – Konflik antara Iran dan Israel memasuki fase baru yang lebih berbahaya setelah Iran dilaporkan meluncurkan rudal balistik jarak jauh sejauh 4.000 kilometer yang menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat dan Inggris di Diego Garcia, Samudra Hindia.

Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Militer Israel, Eyal Zamir, yang menyebut peluncuran tersebut sebagai pertama kalinya Teheran menggunakan rudal jarak jauh sejak konflik dimulai pada 28 Februari 2026.

Menurut Zamir, dua rudal yang diluncurkan Iran memperluas cakupan ancaman hingga jauh di luar kawasan Timur Tengah.

“Rudal-rudal ini tidak dimaksudkan untuk menyerang Israel. Jangkauannya mencapai ibu kota Eropa, Berlin, Paris, dan Roma semuanya berada dalam jangkauan ancaman langsung,” ujarnya, dikutip dari Reuters, Minggu (22/3/2026).

Eskalasi Konflik Meluas

Militer Israel menilai penggunaan rudal jarak jauh ini menandai ekspansi signifikan konflik, yang kini tidak lagi terbatas di Timur Tengah. Serangan tersebut terjadi sebelum pemerintah Inggris memberikan otorisasi kepada AS untuk menggunakan pangkalan militernya dalam menyerang situs rudal Iran.

Di tengah eskalasi tersebut, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, justru mengisyaratkan kemungkinan pengurangan operasi militer.

“Kami makin mendekati pencapaian tujuan kami saat kami mempertimbangkan untuk mengakhiri secara bertahap upaya militer besar kami di Timur Tengah terkait rezim teroris Iran,” tulis Trump di platform Truth Social.

Trump juga menegaskan bahwa pengamanan Selat Hormuz seharusnya menjadi tanggung jawab negara-negara lain, bukan Amerika Serikat.