MAHATVA.ID – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah pejabat tinggi Iran menyatakan bahwa Teheran tidak lagi melihat diplomasi sebagai jalan keluar dari konflik dengan Amerika Serikat.
Penasihat kebijakan luar negeri di kantor pemimpin tertinggi Iran, Kamal Kharazi, menegaskan bahwa negaranya siap menghadapi perang berkepanjangan dengan Donald Trump dan bahkan akan terus menekan negara-negara Teluk agar mendorong Washington mundur dari konflik.
Dalam wawancara dengan CNN pada Senin malam (9/3) waktu setempat, Kharazi menyatakan bahwa peluang diplomasi saat ini hampir tidak ada karena Amerika Serikat dinilai tidak menepati komitmennya dalam perundingan sebelumnya.
“Saya tidak melihat ruang untuk diplomasi lagi, karena Donald Trump telah menipu pihak lain dan tidak menepati janjinya. Kami sudah mengalami hal itu dalam dua putaran perundingan. Saat kami sedang bernegosiasi, mereka justru menyerang kami,” ujar Kharazi.
Ia menilai konflik hanya bisa dihentikan jika tekanan ekonomi global semakin besar sehingga negara-negara lain ikut turun tangan untuk menghentikan agresi Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Kharazi juga menyarankan negara-negara Arab di kawasan Teluk untuk ikut menekan Washington agar segera mengakhiri konflik yang berpotensi meluas.
Menurutnya, perang yang sedang berlangsung telah memicu tekanan ekonomi besar di berbagai negara, termasuk meningkatnya inflasi serta potensi kekurangan energi.
“Jika konflik ini terus berlanjut, tekanan ekonomi akan semakin meningkat sehingga pihak lain tidak punya pilihan selain turun tangan,” katanya.
Saat ditanya mengenai kondisi internal Iran, Kharazi menegaskan bahwa militer dan kepemimpinan negara tetap solid. Ia menyebut kepemimpinan Iran tetap menjalankan tanggung jawab dalam menjaga kekuatan pertahanan negara.




