MAHATVA.ID – Program Koperasi Merah Putih yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto mulai dijalankan di berbagai daerah, termasuk di Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Namun, pelaksanaan program ini tidak luput dari polemik di tengah masyarakat.

Dalam Musyawarah Desa (Musdes) pembentukan Koperasi Merah Putih yang digelar di aula kantor Desa Wanaherang, beberapa warga mempertanyakan kejelasan sumber dana koperasi tersebut. 

Masyarakat sempat berasumsi bahwa koperasi ini akan mendapatkan modal awal sebesar Rp3–5 miliar dari pemerintah pusat, sebagaimana ramai diperbincangkan di media sosial.

Kepala Desa Wanaherang, Heri Sudewo, membenarkan adanya pertanyaan dan keraguan dari warga soal pendanaan koperasi tersebut.

“Memang ada warga yang menanyakan tentang besaran dan sumber dana koperasi. Banyak yang mengira akan langsung digelontorkan dana miliaran rupiah dari pusat,” ujar Heri.

Menanggapi hal itu, Lilik Sulistyo, Staf Umum Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bogor yang hadir dalam musyawarah, memberikan klarifikasi langsung.

“Benar, ada simpang siur informasi di masyarakat. Isu mengenai bantuan Rp3–5 miliar dari pemerintah pusat menyebar luas, terutama melalui media sosial,” ungkap Lilik.

Ia menjelaskan bahwa sejauh ini, besaran anggaran koperasi ditentukan sesuai kesepakatan forum saat pembentukan koperasi di tingkat desa. Namun, tidak menutup kemungkinan koperasi juga bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat ke depannya, tergantung proposal dan kelayakan koperasi yang bersangkutan.

“Saat ini, dana koperasi berasal dari hasil musyawarah dan swadaya. Tapi kita tetap membuka peluang untuk mendapatkan bantuan resmi dari pusat di masa depan,” tambahnya.