MAHATVA.ID -Jembatan darurat di Desa Wowonda kembali memakan korban. Seorang warga terjatuh ke dalam kali sedalam sekitar empat meter setelah papan jembatan kayu patah, menggarisbawahi ancaman serius terhadap keselamatan puluhan kepala keluarga yang setiap hari bergantung pada akses tersebut.
Insiden terjadi pada Minggu malam (28/12/2025). Korban, Fenansius Takndare, terjatuh bersama sepeda motornya saat melintasi jembatan yang selama ini menjadi satu-satunya akses warga menuju gereja, pasar, dan aktivitas sosial lainnya.
Fenansius selamat dan hanya mengalami cedera ringan, namun sepeda motornya rusak. Peristiwa itu kembali menambah daftar kecelakaan di jembatan yang sama, yang oleh warga disebut telah rusak selama hampir dua tahun tanpa perbaikan permanen.
“Saya tidak sempat menghindar. Roda depan langsung masuk ke lubang papan yang sudah lapuk,” kata Fenansius saat ditemui di rumahnya, Senin (29/12/2025).
Sedikitnya 30 kepala keluarga dilaporkan masih menggunakan jembatan darurat tersebut setiap hari. Kondisi paling berbahaya terjadi pada malam hari karena minim penerangan dan struktur jembatan yang tidak lagi layak.
Sejumlah warga menyatakan telah berulang kali menyampaikan keluhan kepada Pemerintah Desa Wowonda. Janji perbaikan, menurut mereka, pernah disampaikan, namun hingga kini belum terlihat langkah konkret di lapangan.
Menurut informasi yang dihimpun, Pihak gereja setempat juga disebut telah mengajukan permohonan perbaikan sejak dua tahun lalu. Jembatan itu menjadi akses utama umat, terutama saat ibadah malam dan perayaan hari besar keagamaan.
“Kami khawatir bukan hanya soal akses, tapi nyawa. Setiap ibadah malam selalu ada rasa takut,” ujar seorang tokoh masyarakat yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Warga menegaskan, insiden serupa bukan kali pertama terjadi. Beberapa kecelakaan sebelumnya bahkan sempat mencuat ke publik pada masa Pilkada 2024, namun perhatian itu dinilai tidak berlanjut pada perbaikan nyata.


