MAHATVA.ID -Di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat pelosok, sebuah aksi kemanusiaan hadir membawa harapan. Puluhan janda, duda, dan lansia di Desa Ritabel dan Ridol, Kecamatan Tanimbar Utara, menerima bantuan beras 5 kilogram sebagai wujud nyata kepedulian terhadap kelompok rentan.

Inisiatif ini diprakarsai oleh Jems Masela, dengan dukungan penuh dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari Komandan Lanal, sejumlah pengusaha lokal, hingga pegawai vertikal yang bekerja di lingkup Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

“Bukan jumlah bantuannya yang menjadi inti, tapi ketulusan dan semangat untuk berbagi. Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dari berbagai aspek—transportasi, logistik, hingga moral support,” ungkap Jems Masela.

Kepedulian Sosial di Tengah Ketimpangan Ekonomi

Kegiatan ini hadir sebagai respons atas kondisi sosial-ekonomi sebagian masyarakat Tanimbar yang masih berada di bawah garis sejahtera, khususnya kalangan lansia dan mereka yang hidup sendiri tanpa pendamping. Kenaikan harga kebutuhan pokok serta akses terbatas terhadap layanan sosial membuat kelompok ini rentan terhadap tekanan hidup.

“Kami ingin menunjukkan bahwa kepedulian tidak perlu menunggu momentum besar. Kapan pun, di mana pun, setiap individu bisa menjadi jembatan kebaikan,” tambah Jems.

Bukan Sekadar Aksi, Tapi Komitmen Jangka Panjang

Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, Jems berharap aksi ini menjadi bagian dari gerakan sosial berkelanjutan, yang menginspirasi lebih banyak pihak untuk peduli dan terlibat langsung membantu sesama.

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini murni digerakkan oleh nilai-nilai kemanusiaan, bukan bermuatan politik atau kepentingan pribadi.