BOGOR, MAHATVA.ID – Sebanyak 50 peserta mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Dasar Karang Taruna (PKD-KT) tingkat Kecamatan Gunung Putri tahun 2025. Kegiatan ini digelar di Aula Desa Nagrak, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, dan menjadi titik ke-13 dari rangkaian pelatihan di 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor. Minggu, (07/09/2025).

Ketua Karang Taruna Kabupaten Bogor, Heri Gunawan, menegaskan bahwa PKD-KT dirancang untuk menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan besar, khususnya menyongsong bonus demografi 2030.

“Bonus demografi ini bukan hanya bonus, tapi juga bisa menjadi tantangan. Jika pemuda tidak punya keterampilan dan peta jalan yang jelas, bonus ini justru bisa berubah menjadi malapetaka demografi: pengangguran, kemiskinan, hingga kriminalitas,” ujar Heri yang juga merupakan Anggota DPRD Kabupaten Bogor.

Selain tantangan demografi, Heri juga menyoroti perkembangan teknologi digital yang kian masif. Menurutnya, jika pemuda tidak mampu beradaptasi, maka akan tergilas oleh kemajuan teknologi.

Heri menyebut, Kecamatan Gunung Putri saat ini memiliki Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) tertinggi di Kabupaten Bogor, ditopang oleh empat indikator utama:

  1. Pendidikan: rata-rata pemuda menempuh pendidikan minimal 12 tahun.
  2. Kesehatan: kesadaran pemuda terhadap olahraga dan pola hidup sehat cukup tinggi.
  3. Lapangan pekerjaan: banyaknya perusahaan besar di Gunung Putri menyerap tenaga kerja muda.
  4. Partisipasi organisasi: pemuda aktif dalam kegiatan sosial, kemasyarakatan, hingga politik.

“Gunung Putri bisa jadi contoh bagi kecamatan lain. Ruang-ruang pemuda harus dibuka seluas-luasnya, baik di pendidikan, kesehatan, pekerjaan, maupun organisasi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Heri berpesan agar 50 peserta pelatihan ini tidak hanya menjadi pemimpin baru, tetapi juga mampu mengajak dan memotivasi ribuan pemuda lainnya.

“Kalau hari ini ada 50 peserta, minimal satu orang bisa menggerakkan seribu pemuda. PKD-KT ini baru stimulus, langkah awal. Masih banyak PR kita dalam membina jutaan pemuda Karang Taruna di Kabupaten Bogor,” jelasnya.