Jakarta, MAHATVA.ID — Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko Infra) bekerja sama dengan Yayasan Jantung Indonesia (YJI) menyelenggarakan program Heart at Work pada Selasa (26/1/2026). Kegiatan ini menjadi upaya strategis untuk meningkatkan kesadaran dan praktik kesehatan jantung di lingkungan kerja, sekaligus mendukung terwujudnya sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berdaya saing.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa kesehatan merupakan fondasi utama dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab, termasuk dalam mendukung pembangunan nasional.
“Kesehatan, ketika seseorang sehebat, sekuat, sepintar apa pun, saat mengalami gangguan kesehatan, tentu kehebatan dan kecerdasan itu menjadi kurang bermakna,” ujar Menko AHY dalam sambutannya.
Menko AHY mengapresiasi inisiatif Yayasan Jantung Indonesia yang dinilai relevan dengan tantangan kesehatan saat ini serta menyentuh langsung kebutuhan individu di lingkungan kerja.
“Saya atas nama pribadi dan keluarga besar Kemenko Infra mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Yayasan Jantung Indonesia atas inisiatif dan program yang begitu penting, yaitu Heart at Work,” ungkapnya.
Lebih lanjut, AHY menekankan pentingnya pendekatan promotif dan preventif sebagai langkah paling efektif dan efisien dalam menjaga kesehatan jantung.
“Preventive—dan yang paling murah juga adalah preventive—harusnya menjadi elemen utama dalam menjaga kesehatan jantung,” katanya, seraya mendorong kebiasaan hidup aktif dan pemeriksaan kesehatan rutin sebagai bagian dari budaya kerja.
Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia, Annisa Larasati Pohan, menyampaikan apresiasi atas sinergi strategis bersama Kemenko Infra dalam pelaksanaan program tersebut.
“Kami percaya bahwa jantung yang sehat adalah infrastruktur dasar dan pusat produktivitas setiap insan, termasuk para pelaku pembangunan nasional,” ujarnya.

.png)