Bogor, MAHATVA.ID — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong terus memperluas jejaring kerja sama strategis dalam mendukung program pembinaan kemandirian warga binaanSelasa (3/2/2026).

Kali ini, Lapas Cibinong menjajaki kerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) terkait pelatihan pengolahan limbah menjadi produk bernilai jual, sebagai bagian dari penguatan pembinaan berbasis lingkungan dan kewirausahaan.

Penjajakan kerja sama ini menjadi langkah awal kolaborasi antara Lapas Cibinong dan IPB dalam mengembangkan program pelatihan yang aplikatif dan berkelanjutan, khususnya pemanfaatan limbah organik dan anorganik agar dapat diolah menjadi produk ramah lingkungan yang memiliki nilai ekonomi.

Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto, menyampaikan bahwa kerja sama dengan IPB merupakan bentuk komitmen Lapas Cibinong dalam menghadirkan pembinaan kemandirian yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Pembinaan tidak hanya soal keterampilan kerja, tetapi juga membekali warga binaan dengan pengetahuan kontekstual, seperti pengolahan limbah menjadi produk bernilai jual. Penjajakan kerja sama dengan IPB ini kami harapkan membuka peluang pembinaan yang lebih inovatif dan berkelanjutan,” ujar Wisnu.

Senada dengan itu, Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja) Lapas Cibinong, Tunggadewi Ratu Wardhani, menjelaskan bahwa pelatihan akan diarahkan pada praktik langsung yang mudah diterapkan oleh warga binaan.

“Dengan pendampingan tenaga ahli dari IPB, kami ingin warga binaan tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mempraktikkan pengolahan limbah menjadi produk bernilai jual yang berpotensi dikembangkan sebagai usaha mandiri setelah bebas nanti,” jelasnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Ir. I Wayan Budiastra, M.Agr, selaku Kepala Creata sekaligus Guru Besar Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknik dan Teknologi IPB, menyambut positif inisiatif kolaborasi tersebut. Ia menilai lapas sebagai ruang strategis dalam penerapan ilmu pengetahuan yang berdampak sosial.

“Pengolahan limbah merupakan isu penting yang membutuhkan pendekatan teknologi dan sumber daya manusia yang tepat. Kolaborasi dengan Lapas Cibinong menjadi kesempatan menerapkan keilmuan secara langsung sekaligus berkontribusi pada pemberdayaan dan peningkatan keterampilan warga binaan,” ungkapnya.