MAHATVA.ID -Gelombang keresahan orang tua murid SMP Negeri 2 Fordata semakin menguat. Sejak tahun 2024, pihak sekolah mengumpulkan uang kostum, batik, uang pembangunan, dan uang rapor senilai Rp460.000 per siswa, namun hingga kini atribut Kostum dan Batik yang dijanjikan tak kunjung diberikan.
Orang tua murid yang meminta identitasnya dirahasiakan, menyampaikan keresahannya melalui sambungan seluler kepada Mahatva.id, Senin (08/12/2025).
Ia menuturkan bahwa persoalan ini telah lama membebani para orang tua, namun hingga kini belum ada kejelasan sikap dari pihak sekolah.
Lanjut Ia mengungkapkan, anaknya kini sudah duduk di kelas dua, tetapi kostum dan batik yang dijanjikan sejak kelas satu tidak pernah sampai ke tangan siswa.
“Kepala sekolah bilang Oktober 2025 sudah ada. Tapi sampai sekarang tidak ada juga,” ujarnya tegas.
Lebih lanjut, menurut orang tua tersebut, beberapa kali rapat bersama wali murid sudah digelar. dalam setiap pertemuan, kepala sekolah selalu menjanjikan Oktober atau November sebagai waktu kedatangan kostum dan batik.
Namun kenyataannya, hingga berita ini diturunkan, tidak satu pun atribut itu terpenuhi.
“Untuk uang rapor dan pembangunan, kami masih bisa maklumi. Tapi kostum dan batik yang paling kami tunggu, sampai sekarang tidak ada jejaknya sama sekali,” tambahnya dengan nada kecewa.
Untuk diketahui, di luar pungutan pembangunan dan uang rapor, dana kostum dan batik yang mencapai Rp260.000 per siswa hingga kini belum direalisasikan. Janji yang berulang kali disampaikan pihak sekolah tak pernah berwujud pada siswa.


