Bogor, MAHATVA.ID – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, menegaskan pentingnya fungsi pengawasan DPRD terhadap jalannya pemerintahan daerah. Ia mengakui masih terdapat sejumlah persoalan pada tahun anggaran sebelumnya, khususnya terkait pembayaran vendor dan kontraktor pihak ketiga yang belum terselesaikan. Kamis, (22/01/2026).
Sastra menyebut, persoalan tersebut menjadi bahan evaluasi serius bagi DPRD dan Pemerintah Kabupaten Bogor agar tidak terulang di masa mendatang.
“Tahun kemarin ada beberapa mitra pemerintah yang belum terbayarkan. Ini jadi bahan evaluasi bersama. Perencanaan harus benar-benar melihat kemampuan anggaran,” tegas Sastra.
Ia mengungkapkan bahwa Bupati Bogor dan Sekretaris Daerah telah memastikan pembayaran yang tertunda akan diselesaikan pada Februari mendatang. DPRD, kata dia, akan terus mengawal komitmen tersebut agar terealisasi sesuai janji.
“Mudah-mudahan ke depan hal seperti ini tidak terulang. Kita sama-sama awasi pemerintah,” ujarnya.
Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan di Bogor Barat
Selain menyoroti persoalan anggaran, Sastra juga menaruh perhatian serius terhadap pelayanan kesehatan, khususnya di wilayah Bogor Barat, seperti Parung Panjang dan Tenjo. Ia menyesalkan masih adanya warga yang harus berobat ke rumah sakit di luar wilayahnya, bahkan ke daerah lain.
“Ini jadi catatan saya. Kita dorong agar pelayanan kesehatan di Bogor Barat betul-betul siap. Jangan sampai warga harus berobat ke daerah tetangga,” kata Sastra.
Ia berharap implementasi Universal Health Coverage (UHC) 100 persen tidak hanya berhenti pada cakupan kepesertaan, tetapi juga diiringi dengan peningkatan kualitas dan pemerataan layanan kesehatan.




