BOGOR, MAHATVA.ID — Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, menilai pembangunan Waduk Cibeet dan Waduk Cijurey tidak hanya penting sebagai solusi pengendalian banjir, tetapi juga memiliki potensi besar dalam memperkuat ketahanan air dan perekonomian masyarakat.
Menurut Sastra, kehadiran dua bendungan yang termasuk dalam proyek strategis nasional itu akan memberikan dampak langsung terhadap sektor pertanian, ketersediaan air bersih, serta peluang ekonomi baru bagi warga sekitar.
“Bendungan Cibeet–Cijurey tidak hanya menyelesaikan masalah banjir yang sering dikeluhkan masyarakat, tapi juga akan membuka banyak manfaat lain, seperti mendukung pertanian, meningkatkan pasokan air bersih, bahkan berpotensi menjadi kawasan wisata baru,” ujar Sastra Winara di Bogor, Minggu.
Ia menegaskan bahwa DPRD Kabupaten Bogor memberikan dukungan penuh terhadap langkah pemerintah daerah yang terus mengedepankan musyawarah dan koordinasi lintas sektor dalam menyelesaikan berbagai kendala pembangunan.
Dengan sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Bogor, masyarakat, serta aparat TNI–Polri, Sastra meyakini pembangunan dua waduk tersebut dapat berjalan sesuai target dan memberikan manfaat jangka panjang bagi wilayah Bogor dan sekitarnya.
“Manfaat bendungan ini akan dirasakan lintas sektor. Karena itu, mari kita dukung bersama agar pembangunan bisa segera rampung,” tegasnya.
Dampak Strategis Waduk Cibeet–Cijurey
Sebagai informasi, Waduk Cibeet akan dibangun di atas lahan seluas 1.700,26 hektare yang mencakup delapan desa di dua kecamatan, yakni Tanjungsari dan Cariu. Infrastruktur ini dirancang mampu mereduksi banjir hingga 66 persen di wilayah Karawang dan Bekasi, sekaligus meningkatkan layanan irigasi bagi sektor pertanian.
Selain itu, Waduk Cijurey juga diharapkan dapat memperkuat sistem ketahanan air di kawasan timur Kabupaten Bogor, mendukung ketahanan pangan, serta membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar proyek.


