MAHATVA.ID - Barisan Relawan Nusantara Raya (BRNR), sebuah organisasi sosial yang mendukung program pemerintah melalui gerakan sosial seperti Program Makan Gratis Bergizi, kini menghadapi polemik dualisme kepemimpinan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Dua pihak saling mengklaim sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) BRNR di wilayah tersebut.
Paul Jambormias, salah satu pihak yang mengaku sebagai Ketua DPC BRNR Kepulauan Tanimbar, menilai konflik ini merusak semangat perjuangan organisasi.
Program BRNR Terancam
Dalam keterangannya kepada media, Jambormias menegaskan pentingnya memastikan setiap program BRNR berjalan sesuai visi dan misi organisasi.
“Kami berkomitmen untuk memastikan seluruh anggaran program, seperti Makan Gratis Bergizi, benar-benar digunakan untuk kesejahteraan masyarakat. Tidak boleh ada satu sen pun yang disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab,” tegasnya.
Menurut Jambormias, kepemimpinannya telah melibatkan pengurus dari berbagai desa di Kepulauan Tanimbar, dengan deklarasi serentak mendukung program pemerintah. “Kami sudah membentuk kepengurusan hingga tingkat desa. Program ini mendapat dukungan luar biasa dari masyarakat,” tambahnya.
Konflik Internal dan Dugaan Intervensi
Namun, proses kepemimpinan Jambormias dinodai oleh keputusan Ketua Wilayah BRNR Maluku yang menunjuk Ketua DPC baru secara sepihak. Jambormias menilai langkah ini ilegal dan tidak sesuai dengan asas organisasi.
“Penunjukan ulang itu dilakukan karena masalah internal pribadi yang seharusnya tidak merembet ke organisasi. Ini mencederai visi dan misi BRNR yang mulia,” ujarnya.




