MAHATVA.ID – Keindahan alam Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang selama ini menjadi daya tarik wisata, kini tercoreng oleh masalah lingkungan yang kian meresahkan. Tumpukan sampah yang menggunung di pinggir jalan Trans Yamdena, tepatnya di wilayah Desa Lorulung, Kecamatan Wertamrian, telah menjadi pemandangan sehari-hari yang tidak sedap dipandang mata.
Kondisi ini tidak hanya mengganggu estetika, tetapi juga menimbulkan bau menyengat serta ancaman kesehatan bagi masyarakat sekitar.
Tumpukan sampah yang semakin tidak terkendali menjadi sumber berbagai permasalahan, mulai dari pencemaran lingkungan, gangguan bagi pengguna jalan, hingga potensi penyebaran penyakit.
Selain itu, pada musim kemarau, pembakaran sampah yang dilakukan warga justru memperburuk situasi dengan menghasilkan asap tebal yang mengganggu lalu lintas dan bahkan telah menyebabkan kecelakaan lalu lintas di lokasi tersebut.
Keluhan Warga dan Tuntutan Solusi
Masyarakat sekitar telah berulang kali mengeluhkan kondisi ini kepada pihak pemerintah daerah, namun hingga kini belum ada tindakan nyata yang dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut.
Salah seorang warga yang enggan disebut namanya menyampaikan kekhawatirannya atas dampak lingkungan yang ditimbulkan akibat penumpukan sampah ini.
"Pemda mestinya mencari tempat pembuangan sampah yang lebih aman dan jauh dari jalan utama seperti ini. Saat musim hujan, bau dari sampah sangat menyengat, sementara saat kemarau, pembakaran sampah menghasilkan asap tebal yang berbahaya bagi pengguna jalan. Sudah ada korban kecelakaan akibat asap tersebut," ungkapnya.
Warga pun mendesak Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar untuk segera mengambil tindakan konkret dalam menangani krisis sampah ini. Salah satu solusi yang diusulkan adalah pengelolaan sampah yang lebih sistematis, seperti pembangunan tempat pembuangan akhir (TPA) yang memadai dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik.


