MAHATVA.ID - Lanskap geopolitik Indonesia memasuki fase krusial ketika roda kendaraan taktis Maung Garuda melintasi Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN). Kehadiran Presiden Prabowo Subianto di Kalimantan Timur pada 12–13 Januari 2026 bukanlah kunjungan kerja biasa. Peristiwa ini merupakan artikulasi politik yang sarat makna, sekaligus penegasan doktrinal bahwa transisi kepemimpinan nasional membawa misi keberlanjutan bagi pembangunan IKN sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).
Penegasan tersebut dikonfirmasi langsung oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono. Menurutnya, kehadiran Presiden di lapangan memberikan legitimasi moral dan operasional yang sangat penting bagi seluruh pemangku kepentingan.
“Saya mendampingi Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo, dalam kunjungan kerja beliau ke IKN sebagai penegasan komitmen pemerintah untuk mengawal keberlanjutan Nusantara sebagai Proyek Strategis Nasional,” ujar Basuki, dikutip dari Antara, Selasa (13/1/2026).
Pernyataan ini menegaskan bahwa pembangunan IKN bukan sekadar warisan pemerintahan sebelumnya, melainkan amanat nasional yang telah dilembagakan secara konstitusional melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025.
Dari Infrastruktur ke Pilar Kebangsaan
Kunjungan Presiden Prabowo ke IKN juga menandai pergeseran fokus pembangunan. Jika sebelumnya diskursus publik banyak berkutat pada percepatan infrastruktur fisik, kini arah kebijakan mulai bergeser ke penguatan pilar kebangsaan. Hal ini tercermin jelas ketika Presiden memprioritaskan peninjauan lokasi pembangunan SMA Taruna Nusantara.
Bagi seorang pemimpin dengan latar belakang pendidikan kedisiplinan dan pertahanan, pembangunan sumber daya manusia dipandang sebagai fondasi eksistensial bagi ibu kota masa depan. Basuki Hadimuljono menekankan bahwa langkah ini merupakan bentuk perhatian negara terhadap pendidikan dan pembinaan karakter generasi muda yang kelak akan mengisi struktur birokrasi, kepemimpinan, dan pengambilan kebijakan di pusat pemerintahan baru.
Restu dengan Catatan Kritis
Namun, dukungan Presiden Prabowo terhadap pembangunan IKN tidak diberikan tanpa catatan. Dalam kunjungan tersebut, Presiden menunjukkan ketelitian manajerial dengan memberikan sejumlah instruksi dan koreksi teknis, terutama terkait desain dan aspek fungsional kompleks eksekutif, legislatif, dan yudikatif.


