MAHATVA.ID – Dalam rangka memperkuat program deradikalisasi, Lapas Khusus Sentul bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Brigade Mobil (Brimob) Polri menggelar kegiatan outbound khusus bagi Warga Binaan terorisme, Selasa hingga Kamis (20–22 Mei 2025).
Kegiatan ini difokuskan untuk menurunkan tingkat radikalisme dan membangun interaksi positif antara Warga Binaan serta petugas pemasyarakatan.
Outbound Deradikalisasi, Langkah Strategis Lapas Sentul
Kepala Lapas Khusus Sentul, Ibnu Faizal, menjelaskan bahwa pendekatan strategis seperti outbound sangat efektif dalam membentuk komunikasi, kerja sama, dan mengikis paham radikal secara perlahan.
“Kami butuh strategi khusus untuk membina Warga Binaan kasus terorisme. Salah satunya adalah kegiatan outbound yang memicu interaksi sosial dan rasa kebersamaan antar sesama WBP dan juga dengan petugas,” ujar Ibnu.
Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan awal pembinaan, sebelum memasuki proses rehabilitasi lanjutan yang mencakup konseling ideologi, pendidikan kewarganegaraan, dan integrasi sosial.
Tegakkan Tata Tertib, Jaga Keamanan Lapas
Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban Lapas Khusus Sentul, Mochammad Singgih Anugrah Pratama Putra, menegaskan bahwa setiap Warga Binaan wajib mematuhi tata tertib yang berlaku selama menjalani masa pidana.
“Seluruh pembinaan di Lapas Khusus Sentul bertujuan membentuk pribadi yang lebih baik. Oleh karena itu, kami minta semua Warga Binaan menjaga keamanan dan ikut serta dalam kegiatan positif,” tegas Singgih.



