Saumlaki, MAHATVA.ID -Insiden ledakan sisa amunisi di wilayah latihan militer di Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, menyisakan duka bagi masyarakat sekaligus menjadi momentum evaluasi bersama antara TNI dan warga.
Peristiwa ini terjadi setelah warga menemukan benda asing yang diduga sisa munisi dan membawanya pulang, sebelum akhirnya meledak dan menimbulkan korban jiwa.
Komandan Brigade 27/Nusa Ina, Kolonel Sri Widodo, menyampaikan bahwa TNI memandang kejadian ini sebagai tanggung jawab moral institusi, karena korban merupakan bagian dari masyarakat yang selama ini hidup berdampingan dengan TNI.
“Korban dan keluarga adalah bagian dari kami. Ini menjadi beban moral yang tidak bisa kami abaikan,”ujarnya keadaan awak media disalah satu hotel di Saumlaki, Selasa (17/3/2026) pukul: 22:00 WIT.
Sebagai bentuk kepedulian, TNI telah mengambil langkah cepat dengan memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis yang layak, termasuk melalui fasilitas kesehatan dan dukungan pembiayaan. Selain itu, TNI juga membantu proses pemakaman korban meninggal serta berkomitmen mendampingi keluarga yang terdampak.
“Kami tidak akan membiarkan keluarga menghadapi ini sendiri. Ini adalah tanggung jawab bersama,” tambahnya.
Di sisi lain, TNI juga terbuka melakukan evaluasi terhadap pengamanan lokasi latihan. Pihak Brigade mengakui bahwa proses pembersihan area pascalatihan belum sepenuhnya rampung, sehingga berpotensi menimbulkan risiko bagi masyarakat yang tidak mengetahui adanya sisa material berbahaya.
“Secara prosedur, kegiatan belum kami nyatakan selesai, dan area juga belum kami serahkan kembali dalam kondisi aman,” jelas Sri Widodo.
Untuk itu, masyarakat diimbau tidak memasuki wilayah latihan sebelum ada pernyataan resmi bahwa lokasi telah benar-benar aman. Imbauan ini disampaikan sebagai langkah pencegahan demi melindungi keselamatan bersama.




