MAHATVA.ID - Kepulauan Tanimbar saat ini menghadapi tantangan serius dengan maraknya praktik rentenir di daerah tersebut. Fenomena ini menjadi indikator melemahnya kondisi ekonomi masyarakat setempat, di mana banyak warga yang terpaksa meminjam uang dari rentenir karena kesulitan mengakses lembaga keuangan resmi.
Kemudahan Pinjaman Rentenir Jadi Pilihan Masyarakat
Rentenir adalah pihak yang memberikan pinjaman dengan bunga tinggi tanpa persyaratan administrasi yang rumit. Berbeda dengan bank atau koperasi resmi, pinjaman rentenir tidak membutuhkan dokumen seperti identitas atau bukti usaha, sehingga lebih mudah diakses oleh masyarakat.
Namun, kemudahan ini justru membawa dampak negatif. Beban bunga yang tinggi dapat memperburuk kondisi ekonomi masyarakat dan semakin menjerumuskan mereka ke dalam jerat utang.
Koperasi Berizin yang Nakal Perlu Diawasi
Selain rentenir individu, keberadaan koperasi berizin yang "nakal" juga menjadi perhatian. Beberapa koperasi di Kepulauan Tanimbar diduga memberikan pinjaman dengan bunga tinggi, yang pada praktiknya tidak jauh berbeda dari rentenir.
"Ini untuk mencegah agar tidak ada rentenir yang berkedok koperasi," ujar salah satu narasumber yang enggan disebut namanya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah harus meningkatkan pengawasan terhadap koperasi serta mendorong lembaga keuangan resmi untuk memberikan akses pinjaman yang lebih mudah dan terjangkau bagi masyarakat.


