Garut – MAHATVA.ID | Putra sulung Dedi Mulyadi, Maula Akbar, dan Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat atas insiden tragis yang terjadi dalam rangkaian acara pernikahan mereka. Peristiwa yang berlangsung di Alun-Alun Garut pada Jumat (18/7/2025) itu mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan 26 orang luka-luka akibat desak-desakan massa.

"Kami menyampaikan permohonan maaf dan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada seluruh masyarakat, terutama keluarga korban. Ini adalah kejadian yang tidak pernah kami harapkan hadir di hari paling bahagia kami," ucap Maula dalam video pernyataan resminya pada Minggu dilansir dari Youtube MetroTV (20/7/2025).

Putri Karlina turut menyampaikan pernyataan emosional. Ia mengatakan bahwa tragedi tersebut menjadi luka mendalam yang membekas pada momen yang seharusnya penuh kebahagiaan.

"Dari lubuk hati yang paling dalam, saya menghaturkan permohonan maaf atas musibah yang terjadi tepat dua hari setelah hari yang saya tandai sebagai hari paling bahagia dalam hidup saya," tutur Putri.

Kronologi Tragedi di Alun-Alun Garut

Insiden berawal saat ribuan warga memadati Alun-Alun Garut, Jalan Kabupaten, untuk menyaksikan acara hiburan pernikahan pasangan publik figur itu. Sekitar pukul 13.00 WIB, kerumunan mulai tak terkendali, dan massa saling dorong untuk masuk ke lokasi.

Akibatnya, terjadi desak-desakan hebat yang menyebabkan sejumlah warga terjatuh dan terinjak-injak. Tiga korban meninggal dunia teridentifikasi sebagai Vania Aprilia (8 tahun), Dewi Jubaedah (61 tahun), dan anggota Polri Bripka Cecep Saeful Bahri.

Selain korban jiwa, dilaporkan sebanyak 26 orang lainnya mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis.

Klarifikasi: Tidak Ada Acara Makan Siang Gratis