MAHATVA.ID -Musyawarah Daerah (Musda) IV Dewan Pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kepulauan Tanimbar digelar di Aula Kementerian Agama Saumlaki, Jumat (23/1/2026), pukul 15.50 WIT, mengusung tema “Pemuda Bersatu, Tanimbar Maju.”
Musda menjadi forum konsolidasi strategis pemuda lintas organisasi sekaligus momentum penguatan peran KNPI dalam pembangunan daerah. Kegiatan dihadiri unsur OKP yang berhimpun di bawah KNPI serta pemangku kepentingan terkait.
Dalam sambutannya, Karateker Ketua DPD KNPI Kepulauan Tanimbar, Alex Belay, menegaskan bahwa tema Musda bukan sekadar slogan, melainkan seruan kolektif untuk membangun kesadaran persatuan pemuda di Tanah Duan Lolat.
“Sejarah membuktikan, perubahan besar hanya lahir ketika pemuda mampu menanggalkan ego kelompok, perbedaan latar belakang, dan warna politik untuk berdiri dalam satu barisan perjuangan,” ujar Belay.
Menurut dia, persatuan merupakan modal sosial terkuat masyarakat Tanimbar. Tanpa persatuan, potensi besar daerah berisiko terfragmentasi dan kehilangan arah pembangunan.
Balay juga menekankan bahwa kemajuan Kepulauan Tanimbar tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah daerah. Pemuda, kata dia, harus tampil sebagai engine of change, penggerak utama perubahan sosial dan ekonomi.
“Kita ingin Tanimbar maju secara ekonomi, mandiri dalam kualitas sumber daya manusia, serta tetap kokoh menjaga nilai-nilai adat dan budaya Duan Lolat,” katanya.
Menghadapi 2026, Belay menilai tantangan semakin kompleks, mulai dari digitalisasi, isu ketenagakerjaan, hingga kesiapan daerah menyambut investasi strategis. Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut pemuda untuk terlibat aktif, bukan sekadar menjadi penonton.
“KNPI harus berada di garda terdepan dalam melahirkan pemimpin muda yang inovatif, berintegritas, dan solutif,” tegasnya.


