MAHATVA.ID -Setelah lama dinanti, pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Kabupaten Kepulauan Tanimbar dipastikan akan digelar dalam waktu dekat. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Ketua DPD KNPI Kepulauan Tanimbar, Alexander Belay, sekaligus menjawab spekulasi publik soal stagnasi agenda strategis organisasi kepemudaan tersebut.
Alexander menyatakan, Musda bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan forum tertinggi dan krusial yang menentukan arah masa depan KNPI di Kepulauan Tanimbar. Hal tersebut disampaikan Alexander kepada Mahatva.id, Sabtu (13/12).
Selain itu, Musda akan menjadi ruang evaluasi kepengurusan, perumusan program kerja, serta penentuan kepemimpinan baru yang diharapkan mampu merespons tantangan sosial, ekonomi, dan pembangunan pemuda secara konkret.
“Kami memastikan Musda KNPI Kepulauan Tanimbar akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Saat ini fokus kami adalah konsolidasi internal dan koordinasi dengan seluruh Organisasi Kepemudaan (OKP) agar Musda berjalan demokratis, tertib, dan bermartabat,” tegas Alexander Belay.
Ia menekankan, seluruh tahapan Musda akan dijalankan sesuai mekanisme organisasi dan aturan yang berlaku, demi menjaga legitimasi serta marwah KNPI sebagai wadah resmi pemuda.
DPD KNPI, kata dia, tidak ingin Musda hanya menjadi ajang formalitas, tetapi benar-benar melahirkan keputusan strategis bagi kepentingan pemuda Tanimbar.
Lebih jauh, Alexander mengajak seluruh elemen pemuda, OKP, dan komunitas kepemudaan untuk terlibat aktif menyukseskan Musda. Menurutnya, KNPI harus kembali diposisikan sebagai ruang persatuan pemuda, pusat lahirnya gagasan kritis, serta mitra strategis pemerintah dalam mengawal pembangunan daerah.
“Pemuda Tanimbar harus berdiri di garda depan perubahan. Musda ini harus melahirkan kepemimpinan yang visioner, berintegritas, dan berani memperjuangkan kepentingan pemuda,” ujarnya.
Rencana pelaksanaan Musda KNPI Kepulauan Tanimbar ini pun mendapat perhatian luas dari berbagai OKP. Banyak pihak menaruh harapan agar Musda menjadi momentum kebangkitan KNPI, sekaligus mengakhiri fragmentasi dan menguatkan kembali soliditas gerakan pemuda di daerah.




